Mahasiswa Kimia IPB Diminta Punya Pemikiran Out of The Box

Jawa Barat Kampus

BOGOR: Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University menggelar kegiatan Chemistry Goes to School 2021 secara virtual. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan ilmu kimia sekaligus mempromosikan Departemen Kimia FMIPA IPB University, khususnya kepada siswa-siswa SMA/SMK/MA seluruh Indonesia.

Ketua Departemen Kimia, Dyah Iswantini Pradono berharap siswa-siswi SMA yang hadir akan mendapatkan informasi yang berharga dan bahkan terinspirasi untuk bergabung ke Program Studi (Prodi) Kimia IPB University. Ia juga menyebutkan lulusan kimia IPB University akan memiliki lapangan kerja yang terbuka lebar terutama di industri atau bahkan menjadi entrepreneur.

Dosen IPB University dari Departemen Kimia Sri Mulijani hadir dan memaparkan Departemen Kimia IPB University secara detail. Ia menjelaskan bahwa siswa-siswi SMA yang masuk ke IPB University akan merasa bangga. IPB University telah dinobatkan sebagai perguruan tinggi terbaik di bidang Pertanian dan Kehutanan se-Asia Tenggara menurut QS World University Ranking.

Selain itu, Prodi Sarjana Kimia IPB University juga telah terakreditasi internasional oleh Royal Society of Chemistry (RSC) dari Inggris.

“Akreditasi tersebut bahkan hanya diterima oleh lima universitas di Indonesia sehingga menjadi keunggulan tersendiri. Departemen Kimia IPB University juga telah mendapatkan akreditasi unggul dengan nilai ‘A’ dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi),” ujar Sri dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Maret 2021.

Sementara itu, Dosen IPB University dari Departemen Kimia Henny Purwaningsih juga turut membagikan pengetahuan umum mengenai Prodi Sarjana Kimia. Ia menyebutkan bahwa selain memiliki akreditasi yang unggul, Departemen Kimia juga memiliki beberapa program lulus tepat waktu sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir dengan masa kelulusan yang lama.

“Jalur masuk yang ditawarkan sangat beragam, siswa-siswi dapat memilih jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) maupun Jalur Mandiri. Komposisi dan daya tampungnya cukup besar namun keketatannya cukup tinggi sehingga perlu strategi yang cukup agar dapat bersaing dengan calon mahasiswa lainnya,” jelasnya.

Keunggulan lainnya, Departemen Kimia IPB University memiliki berbagai mandat keilmuan yang penting untuk dapat berkolaborasi secara sinergis. Fasilitas dan infrastrukur juga terbilang cukup lengkap untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian mahasiswa.

Bahkan, disediakan pula Program Peningkatan Kompetensi Mahasiswa sehingga lulusan kimia IPB University dapat berdaya saing dan mudah beradaptasi di dunia profesi. Dalam program tersebut, mahasiswa akan diberikan berbagai pelatihan seperti wawancara kerja, bahasa Inggris, hingga pelatihan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), kunjungan industri, dan sebagainya.

Mahasiswa juga akan mendapatkan peluang penelitian dengan pihak luar kampus karena kerja sama yang dijalin oleh Departemen Kimia IPB University amat luas. “Kami pun memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan kunjungan industri, sehingga ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menyampaikan mahasiswa kimia IPB University dituntut untuk memiliki pemikiran out of the box untuk menata masa depan. Pemikiran tersebut dapat dicontohkan dalam pemanfaatan energi surya sebagai energi terbarukan.

Mahasiswa kimia, kata dia, dapat memberikan ide bagi proses sel surya dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia. Generasi sel surya terkini yakni dye sensitized solar cell, dapat memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai salah satu perangkat sel surya.

“Bagaimana cara memanfaatkan ilmu kimia itu yang dimaksud dengan out of the box mahasiswa kimia sehingga ilmunya dapat berguna untuk manusia dan lingkungan,” tuturnya.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *