Guru Elemen Penting Pendidikan, Indikator Masa Depan Bangsa

GURU Jawa Tengah

TEGAL, – Nasib guru di masa depan, akan selalu menjadi perhatian penting pemerintah. Karena guru tidak hanya di maknai dalam satu profesi saja. Tapi guru harus dimaknai lebih luas, dimaknai sebagai element terpenting pendidikan, dan juga orang yang menentukan berhasil atau tidaknya satu sistem pendidkan di jalankan.

”Juga menjadi indikator masa depan  suatu bangsa. Guru bisa di tempatkan sebagai agen yang menjadi sebab masa depan anak muda yang penuh harapan,” papar Staf Ahli Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro PhD.

Hal itu disampaikan saat menjadi nasa sumber seminar literasi secara daring via zoom meeting, bertajuk “Peluang Profesi Guru di Masa Depan”, yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, kemarin.

Seminar yang diikuti lebih dari 200 peserta, terdiri atas mahasiswa S1 dan S2, dosen dan para guru, cukup menarik perhatian. Khusus saat sesi pembahasan dan dialog dengan nara sumber.

Tak hanya stat ahli presiden yang dihujani banyak pertanyaan dari para guru. Nara sumber lain seperti Ketua ADRI Jateng Dr Taufiqullah MHum, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Sutrisno SH MH, juga tak luput dari sejumlah pertanyaan menukik dan kritis dari peserta.

Menurut Sutrisno SH MH, guru berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, yang telah melahirkan banyak dokter, insinyur, menteri, bahkan presiden.

Pemerintah, kata dia, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu gurunya, antara lain, dengan memberi tunjangan profesi guru. Hal itu sebagai stimulan untuk meningkatkan kompetensi guru.

Undang-undang guru dan dosen, lanjut dia, merupakan suatu ketetapan politik. Bahwa guru adalah pekerja profesional yang berhak mendapatkan hak-hak, sekaligus kewajiban professional.

Level Tinggi

Sementara itu, Dr Taufiqullah MHum mengatakan, dosen sebenarnya adalah guru yang berkiprah di level pendidikan tinggi. Tapi bisa juga turun gunung untuk memperkuat pendidikan dasar dan menengah.

”Di sisi lain, dosen juga tak hanya mengajar atau menularkan ilmunya ke mahasiswa. Tapi juga harus rajin berkarya lewat karya ilmiah dan karyanya diterbitkan di jurnal ilmiah yang telah terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Jadi tugasnya dan tantangannya memang kian berat,” ucap dia.

Kegiatan seminar secara daring tersebut, juga dilanjutkan dengan forum diskusi panel para pemakalah, yang mempresentasikan karya ilmiahnya. Atau pemaparan masing-masing Artikel Prosiding. Diskusi  di bagi menjadi dua zoom. Ada 50 pemakalah. Untuk tiap pemakalah, karyanya akan dimasukkan jurnal ilmiah yang terakreditasi dan diprosidingkan.

Hal menarik dalam pembahasan tersebut, sejurus dengan tema seminar adalah berkait dengan informasi pedagogi,  program Pekerja Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) bagi tenaga guru honorer menjadi wacana yang ramai diperbincangkan.

Wacana tersebut pun akhirnya mengerucut dengan persoalan prospek guru pada masa depan. Terutama bagi calon-calon guru, yang lulus dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Pihak panitia penyelenggara pun berharap, apa yang terurai dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting bagi calon guru dan guru dalam menapaki persoalan pendidikan di masa depan, dan nasib mereka.

Sumber : suaramerdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *