Jadi Sekolah Tangguh, SMP Nabil Husein Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Kaltim

SAMARINDA – Berada di lingkungan pesantren, membuat SMP Nabil Husein dianggap layak menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Pasalnya kegiatan anak-anak sangat dibatasi, tidak ada kegiatan selain belajar di sekolah dan kembali ke pondok pesantren.

Tak heran sekolah yang terletak di Jalan Rapak Indah, Loa Bakung, Sungai Kunjang, Samarinda ini menjadi salah satu sekolah tangguh Covid-19 yang telah dicanangkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda.

Sejak PTM digelar perdana pada Senin (8/3/2021) lalu, sekolah ini terlihat sudah memenuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang ketat, mulai dari penyediaan wastafel, handsanitizer dan masker.

Kepala SMP Nabil Husein, Bonandar mengatakan saat ini sudah tersedia 16 buah wastafel di sekolah sehingga dapat dipastikan sarana pencuci tangan sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan muridnya yang berjumlah 336.

Guru yang mengajar 32 orang, staf tata usaha empat orang, bahkan di UKS juga ada dokter yang bertugas seminggu dua kali untuk mengecek kesehatan penghuni pesantren.

Pembelajaran dimulai pada pukul 08.00 WITA sampai pukul 11.30 WITA. Untuk satu kali pembelajaran hanya memakan waktu 30 menit. “Setelah belajar, anak-anak langsung kembali ke asrama masing-masing,” jelasnya.

Jam besuk orangtua pun saat ini tidak dibuka sehingga komunikasi dengan orangtua hanya diperkenankan via telepon. Termasuk tamu yang berkunjung untuk keperluan tertentu juga diperiksa suhu tubuhnya.

Koordinasi dengan puskesmas setempat juga telah dilakukan secara rutin. Sebelumnya juga ada pemberian vitamin oleh puskesmas sekaligus memantau kesiapan sekolah, sebelum menggelar PTM pada Senin lalu.

“Semua sudah kami siapkan jauh-jauh hari, sesuai dengan rekomendasi dari tim puskesmas yang berkunjung,” tutup Bonandar

Sumber : korankaltim.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *