Walikota Arief Dorong Tanamkan Budaya Bersih dan Sehat dari Sekolah

Banten

Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, dirinya ingin lingkungan sekolah di Kota Tangerang tak hanya bersih namun juga sehat, hal tersebut agar anak terjamin kenyamanan dan kesehatannya selama proses belajar mengajar.

“Karena didukung lingkungan baik, makanya saya minta coba disosialisasikan lebih masif mulai dari sekolah PAUD, TK, SD, sampai SMP,” jelasnya.

Arief juga menuturkan, pihaknya akan segera membentuk tim pembina sekolah sehat agar kedepannya tim pembina ini dapat memberikan sosialisasi bagaimana membangun lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

“Supaya kita bisa lantik tim pembina supaya bisa memberikan sosialisasi kepada peserta didik dan orangtua, jadi mudah-mudahan melalui penilaian sekolah sehat ini bisa memberikan standar indikator dalam mewujudkan sekolah yang baik,” tuturnya.

Arief mengatakan, saat ini pihaknya melalui Dinas Pendidikan tengah mengadakan lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi. Hal tersebut diyakini Arief akan menjadi motivasi sekolah lain untuk menjadikan sekolahnya sehat.

“Karena indikatornya banyak, dari warga sekolahnya, sarana prasarana, budaya, kita yakin ini dapat memotivasi sekolah yang belum menjadi sekolah sehat untuk merubah lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, M. Jamaluddin mengatakan, saat ini Sekolah Adiwiyata tingkat SD yakni 334 sekolah dari total 338 sekolah, dan 7 sekolah swasta. Untuk tingkat SMP, terdapat 29 sekolah dari 33 sekolah negeri yang sudah Adiwiyata.

“Kedepan baik SD, SMP baik negeri maupun swasta hsrus Adiwiyata, apabila SMP atau SD Negeri yang tidak Adiwiyata ada sanksi yakni di Nonjob (Kepala Sekolah), sementara swasta insentif tidak akan dicairkan,” bebernya.

Saat ini, dua sekolah yang mewakili Kota Tangerang di ajang Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi yakni SD Negeri 1 Pasar Baru, Kecamatan Karawaci dan SMP Negeri 1 Kota Tangerang.

“Semua kita dorong sekolah sehat, karena kalau dia sudah Adiwiyata maka dapat mengikuti sekolah sehat karena ada wastafelnya, toiletnya, mungkin tambahan ada UKSnya,” pungkasnya.

Sumber : rmolbanten.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *