Juni 16, 2021
Guruku Panutanku

Guruku Panutanku

Oleh : Anisantri Nuralika

Haloo selamat pagi sobat kompasiana! Bagaimana dengan hari ini? Cape yaaa sama aku juga hehe mari kita isrirahat sejenak sekedar ngeteh atau ngopi untuk sejenak menenangkan pikiran merilekskan tubuh dan melupakan semua masalah hari ini. Ga semuanya harus digapai hari ini yuk pelan-pelan menggapai semua mimpi dan mulai menyelesaikan masalah dari satu persatu. Seperti biasa setiap minggu mimin akan menulis blog dan yang membaca blog ini semoga sehat selalu dilancarkan semua urusannya jangan pernah bosan dengan tulisan-tulisan mimin yang monoton ini ya karena mimin disini juga masih belajar ya gengs dan seperti biasa mimin minta kritik dan saran yang mendukung dari kalian semua untuk menjadi lebih baik. Oke! Hari ini mimin akan membahas mengenai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Siapa sih pahlawan tanpa tanda jasa itu? Yap benar sekali mereka adalah seorang guru yang harus di gugu dan ditiru. Apa kalian masih ingat nama dan wajah guru kalian sejak TK-SMA? Mimin yakin pasti diantara kalian ada yang lupa entah itu nama ataupun wajah guru kalian.

Coba kalian ingat-ingat lagi siapa saja guru kalian dari guru TK yang selalu senantiasa sabar dalam mengajar, guru SD, SMP,SMA yang juga sabar dalam mengajar kalian hingga kalian bisa dititik seperti sekarang ini dimana kalian bisa membaca,berhitung, dan menulis begitu besarkan jasa kan? Lantas apa yang sudah kalian berikan kepada mereka atau malah kalian melupakan jas-jasa mereka?

Yuk dicoba menyambung silaturahmi dengan guru-guru kalian ga ada ruginya kan kalian untuk sekedar bermain kerumah guru untuk sharing dan mengambil hikmah dari pengalaman guru-guru kalian dan jangan lupa doakan mereka untuk sehat selalu ya guys!. Ada sorang guru sekaligus walikelas yang sangat mimin kagumi beliau bisa menjadi teman sharing juga menjadi seorang kakak ataupun orang tua bagi mimin beliau sangat baik dan sudah seperti keluarga beliau adalah pak Erwin seorang guru penjas di SMPN 3 Pasuruan. Beliau sangat friendly sampai mimin sering curhat mengenai kehidupan, pendidikan, percintaan juga kepada beliau.

Banyak pelajaran yang saya ambil dari beliau. Beliau selalu memberi saran ketika mimin lagi bimbang seperti kemarin waktu pendaftaran polisi,tentara, dan kuliah jalur mandiri mimin saat itu sangat bingung akan daftar apa dan fokus kemana lalu beliau memberi saran untuk kuliah dan daftar tentara. Beliau bilang “semua bisa kamu gapai dan kamu bisa daftar dua duanya asal kamu bisa membagi waktu saja” darisitu saya daftar tentara sekaligus kuliah jalur mandiri.

Pada saat kuliahpun mimin bingung harus mengambil jurusan apa? Lalu kata pak erwin guru saya pilih yang peluangnya banyak seperti manajemen akhirnya saya memilih jurusan manajemen, psikologi, dan perbankan syariah alhamdulillah mimin keterima di manajemen. Lalu saya meminta saran lagi apa saya harus daftar polisi atau tentara

Lalu kata beliau ikuti kata hati pada akhirnya saya memilih daftar tentara dan pada saat itu sudah dimulai perkuliahan dan sayapun harus tes tentara sambil kuliah disaat itu pula beliaulah yang paling mensupport mimin memberi motivasi agar tetap semangat dikala orang lain menjatuhkan. Akhirnya mimin gagal tes tentara dan beliaulah yang terus mensupport dan beliau sempat bilang “jangan dengarkan kata orang jadilah dirimu sendiri, jadikan omongan orang itu sebagai cambuk untuk kamu.

Tetap semangat dicoba lagi tahun depan karena rezeki orang tidak ada yang tahu. Saya dulu juga seperti kamu saya daftar tentara polisi beberapa kali pada akhirnya rezeki saya menjadi seorang guru penjas”. Dan disitulah saya tetap semangat dan menjadikan hinaan orang sebagai motivasi. Beliau sosok yang mimin kagumi dan menjadi panutan. Dari pengalaman beliaulah mimin memiliki banyak pengetahuan dan pelajaran untuk kedepannya.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *