Permainan Puzzle Sebagai Media Belajar Anak

OPINI

Oleh : Nina Sulistiati

Tadi pagi saya membongkar gudang. Di sudut gudang ada satu buah dus. Ternyata di situ berisi berbagai permainan puzzle yang dulu pernah dipakai oleh anak saya bermain.

Lewat permainan puzzle tersebut, saya mengajak anak untuk bermain sekaligus memahami sebuah konsep: bentuk, warna, posisi, nama dan sebagainya. Ternyata mengajarkan konsep-konsep melalui permainan akan lebih mudah ditangkap oleh anak.

Kita mengetahui bahwa dunia anak adalah dunia bermain dan belajar. Lewat permainan berbagai ilmu pengetahuan dan pengembangan karakter dapat ditumbuhkan.

Berbagai jenis puzzle beredar di pasaran. Namun orang tua harus pandai memilih puzzle yang sesuai dengan kebutuhan anak dan harus dipertimbangkan pula usia anak. Bahan yang digunakan untuk membuat puzzle pun beragam. Ada yang terbuat dari kertas yang cenderung lebih mudah rusak. Ada puzzle yang terbuat dari kayu dan berbentuk tiga dimensi. Bahkan sekarang ada permainan puzzle yang menggunakan media digital.

Ada beberapa tips yang harus diketahui oleh orang tua dalam memilih puzzle untuk anak:

  • Perhatikan usia anak. Dengan memperhatikan usia anak, orang tua dapat menentukan jenis puzzle yang mudah dimainkan.
  • Tingkat kesulitan dari puzzle. Usahakan memilih puzzle yang mudah terlebih dahulu. Kesulitan puzzle dapat diberikan secara berjenjang.
  • Bahan yang digunakan untuk membuat puzzle. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk puzzle terdiri dari kertas,plastic dan kayu. Puzzle kertas memang berharga relative murah namun tidak awet. Puzzle kayu biasanya berbentuk besar dan sulit untuk dibawa kemana-mana. Puzzle plastik relatif terjangkau harganya dan ringan dibawa ke mana-mana.
  • Sesuaikan karakter puzzle yang disukai anak agar anak lebih menyenangi permainan puzzle tersebut.

Apa saja manfaat yang bisa diberikan kepada anak yang gemar bermain puzzle?

Ada beberapa manfaat dari permainan tersebut :

  • Mengembangkan kemampuan kognitif anak.
  • Kompetensi kognitif adalah kemampuan anak untuk belajar dan memahami suatu konsep disertai kemampuan dalam memecahkan masalah.    Puzzle dapat mengembangkan kemampuan tersebut. Melalui puzzle, anak-anak akan mencoba memecahkan masalah yaitu menyusun gambar menjadi utuh.
  • Dengan sedikit arahan dan  contoh dari orang tua ,   anak sudah dapat  mengembangkan kemampuan kognitifnya dengan cara mencoba menyesuaikan bentuk, menyesuaikan warna, atau logika. Misalnya, anak memasangkan warna merah dengan warna merah lagi. Lalu memasang puzzle bergambar kaki atau roda selalu di bagian bawah puzzle. Konsep ini bisa diajarkan secara terus menrus hingga anak dapat memahami konsep-konsep tersebut.
  • Mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Kemampuan motoric halus anak berkaitan dengan penggunaan otot-otot halus anak, seperti jari-jari tangan. Dengan menyusun puzzle anak dapat melatih koordinasi tangan dan otak.
  • Mengajarkan sikap konsentrasi dan fokus pada anak.
  • Mengembangkan daya nalar anak. Dengan menyambungkan satu bagian ke bagian lain dalam puzzle menuntut kemampuan nalar yang dimiliki anak.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri pada kemampuan yang dimiliki anak. Hal tersebut akan seiring dengan kemampuan memecahkan sebuah masalah.
  • Mengembangkan pengetahuan anak. Puzzle  binatang bisa mengantarkan pengetahuan siswa tentang jenis-jenis binatang, anatomi binatang. Puzzle anggota tubuh bisa memahamkan anak-anak tentang bagian-bagian badan manusia dan sebagainya.
  • Melatih kesabaran anak. Permainan puzzle membutuhkan kesabaran anak yang lebih banyak. Anak juga diajarkan memikirkan pemecahan masalah terlebih dahulu sebelum dia melakukan suatu Tindakan.
  • Melatih sikap sosial anak. Ada beberapa puzzle yang bisa dimainkan anak lebih dari satu. Anak dapat dilatih saling menghargai, bekerja sama dan toleransi.

Bagi orang tua yang memiliki anak hendaknya memiliki waktu untuk bermain bersama anak dengan berbagai media. Tumbuh kembang anak dapat ditingkatkan dengan berbagai permainan yang diberikan kepada anak. Jika orang tua memiliki waktu yang cukup untuk bermain dengan anak maka tumbuh kembang anak tersebut dapat dilihat perkembangan. Jadi marilah siapkan waktu yang cukup untuk anak-anak kita.  

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *