Apa Bisa Belajar Menggunakan Voice Note?

OPINI

Oleh : Irwan

Di masa pandemi seperti ini proses pembelajaran beralih dari tatap muka ke online. Media dan metode pembelajaran semakin banyak berkembang dan tentunya bertujuan untuk lebih memudahkan proses pembelajaran. Media pembelajaran yang paling sering digunakan yaitu antara lain google class room, microsoft teems, edmodo, cisco webex dan lain sebagainya. Tapi ternyata fitur voice note dari whatsApp pun bisa digunakan untuk proses pembelajaran.

Pada intinya sebuah media berfungsi untuk mempermudah dan bisa digunakan oleh siapapun. Fitur voice note bisa digunakan pada proses pembelajaran. Jadi pemilihan fitur voce note memang tepat digunakan oleh seorang guru dan peserta didik karena faktor mudah digunakan dan hemat penggunaan kuota. Seorang guru bisa menggunakan fitur voice note dalam berbagai situasi pembelajaran. Baik proses pembelajaran, kegiatan diskusi bahkan penilaian peserta didik .

Tahap pertama yang bisa di lakukan oleh guru adalah mempersiapkan grup kelas melalui whatsApp. Selanjutnya guru bisa memulai proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana plaksanaan pembelajaran. Dimulai dari proses kegiatan pendahuluan seperti apersepsi dan menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dengan menekan tombol rekam pada fitur voice note. Rekaman pada voice note disesuaikan dengan apa yang akan disampaikan kepada peserta didik. Disini menuntut kreatifitas seorang guru agar proses pembelajaran menjadi interaktif antara guru dan peserta didik dan antar peserta didik.

Voice note pada whatsApp juga bisa digunakan pada proses diskusi kelas serta penilaian kogintif maupun penilaian afektik dan psikomotor yang dilakukan oleh seorang guru. Guru bisa memberikan arahan proses diskusi kelas dengan menjelaskan tema bahasan diskusi serta aturan penilaian diskusi melaui voice note yang dikirim digrup whatsApp. Kemudian peserta didik bisa langsung memberikan tanggapa pada diskusi dan penilaian dengan cara yang sama dengan guru yaitu mengirimkan jawaban melalui voice note dan langsung dikirim digrup kelas yang sedang berlangsung proses pembelajaran dan penilaian.

Guru bisa menilai aspek koginitif dari seberapa jauh seorang anak menyampaikan hasil analisis persoalan yang diberikan. Selanjutnya dalam aspek afektif guru bisa menilai bagaimana tutur kata yang disampaikan oleh seorang peserta didik ketika menyampaikan hasil analisanya. Apakah bahasa yang digunakan sudah baik atau belum, santun dalam penyampaian beretika atau tidak. Terakhir dalam penilaian aspek psikomotor  pembelajaran melalui voice note bisa diukur dari seberapa kreatif siswa dalam menjawab dan menyajikan jawaban-jawaban dalam proses penilaian yang dilakukan melaui fitur voice note.

 Pada kesimpulannya proses pembelajaran adalah sebuah penciptaan kondisi belajar yang harus memberikan kemudahan dan kebahagiaan pada peserta didik dan guru. Serta pemanfaatan media pembelajaran yang mudah didapat.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *