Belajar Tatap Muka di Ibu Kota Segera Diuji Coba

Peraturan Pendidikan

JAKARTA – DKI Jakarta segera melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah secara terbatas. Belajar tatap muka dimulai besok di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA.

Kasubag Humas Dinas Pendidikan Taga Raja menjelaskan awalnya ratusan sekolah menjalani assessment sebanyak dua kali. Asesmen pertama dilakukan untuk melihat kesiapan kondisi dan kesehatan guru, kondisi kesehatan, kesiapan siswa serta sarana prasarana kesehatan. Sedangkan asesmen kedua berkaitan dengan proses dan mekanisme pembelajaran.

“Ternyata dari 100 itu sisanya 85 sekolah piloting SD, SMP, SMA, SMK,” kata Taga Raja saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

Rincian sekolah yang melakukan uji coba tatap muka adalah 1 sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat dan 6 sekolah di Jakarta Utara.

Kebijakan itu baru diuji coba terbatas pada sekolah tertentu karena ternyata masih banyak orang tua siswa yang belum memberikan izin.

“Banyak faktor (yang mempengaruhi) di antaranya kesiapan orang tua mengizinkan anaknya ke sekolah,” ucap Taga.

“Jujur saja awalnya 86, satu mundur. Karena belum berani (buka sekolah),” ucap Taga.

Menurut Taga, tidak ada paksaan bagi sekolah untuk mengikuti kebijakan ini. Dia memastikan sekolah-sekolah yang mengikuti uji coba itu sudah lolos penilaian terkait jaminan kesehatan dan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Jadi Disdik DKI, arahan Pak Gubernur itu kesehatan dan keselamatan itu yang utama. Ketika itu tidak dimunculkan maka tidak bisa dibuka, itu satu. Kedua, seleksinya itu begitu ketat, selain lulus asesmen secara daring juga pelatihan dan dipastikan semua guru tervaksinasi,” ucapnya.

Kepala Disdik DKI mengatakan akan memberhentikan 3 hari pembelajaran tatap muka apabila ditemukan kasusCOVID-19di sekolah. Para siswa maupun tenaga pendidik yang menampakkan gejala COVID-19 akan dirujuk ke Puskesmas setempat.

Apabila terkonfirmasi positif COVID-19, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI untuk melakukan penelusuran kontak.

“Dalam hal ditemukan gejala-gejala terpapar COVID-19 pada peserta didik dan pendidik, pihak sekolah segera melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana.

Adapun, pembelajaran tatap muka dijalankan oleh siswa SD kelas IV hingga SMA kelas XII. Setelah ruangan digunakan untuk sekolah, keesokan harinya ruangan disemprot disinfektan

“Jadi (semisal) di hari Senin itu yang belajar tatap muka SD kelas 4, SMP kelas 7, dan SMA kelas 10. Kelas 1,2,3, dan PAUD belajar dari rumah. Untuk Selasa seluruh ruangan disemprot desinfektan antisipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah,” kata Taga.

“Hari Rabu yang PTM SD kelas 5, SMP 8, dan SMA kelas 11, kemudian Kamis desinfektan lagi. Hari Jumat SD kelas 9, SMP kelas 10, SMA kelas 12,” sambungnya.

Kapasitas ruang kelas dibatasi hanya 50% dari kondisi normal. Terkait teknis pembelajaran, Disdik DKI menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah sesuai kondisi di lapangan. Termasuk, mengenai durasi pembelajaran sekolah tatap muka.

“SD 32 (siswa), SMP dan SMA 40 per kelas. Maksimal 50 persen per kelas,” terang Taga.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *