Juni 16, 2021
Pendidikan bagi Perempuan Bukan Sekadar untuk Mencari Pekerjaan

Pendidikan bagi Perempuan Bukan Sekadar untuk Mencari Pekerjaan

Oleh : Sri Pujiati

Dulu ada tetangga saya yang pernah bilang ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya bakal di dapur juga. Mendengar perkataan tersebut, aku hanya tersenyum menanggapinya. Karena waktu itu aku masih kecil dan baru duduk di bangku SMA.

Setelah dewasa aku baru memahami kenapa pendidikan itu sangat penting untuk perempuan. Aku melihat teman-teman sekolahku yang hanya lulus SMP lalu bekerja menjadi ART atau sebagai pelayan toko. Kemudian mereka menikah dan mempunyai anak.

Saya melihat bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka dan itu membuat saya prihatin. Tingkat pendidikan yang rendah tentu berpengaruh pada cara mereka dalam mendidik anak. Hal ini  karena pengetahuan dan wawasan mereka terbatas, sehingga mereka mendidik anak pun sekedarnya atau ala kadarnya.

Potret Pendidikan Perempuan di Tempat Saya

Dulu setelah lulus SMP, saya juga ingin bekerja karena kemampuan ekonomi keluarga yang tidak mencukupi dan kekurangan. Sehingga saya tidak punya cita-cita untuk melanjutkan sekolah apalagi sampai kuliah. Namun ada sosok baik hati yang mengulurkan bantuannya sehingga saya bisa melanjutkan sekolah lanjutan. Sebuah berkah yang luar biasa yang saya syukuri hingga saat ini. Karena hal itulah saya bisa sampai di titik ini.

Mungkin itulah yang dirasakan teman-teman saya dahulu. Karena keterbatasan ekonomi, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan sekolah dan akhirnya bekerja sebagai ART atau pekerjaan lainnya yang gajinya tak seberapa. Sebenarnya melihat tersebut, saya merasa miris. Bagaimana tidak di usia yang masih belia, mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Padahal seharusnya mereka bisa menikmati masa-masa sekolah yang indah dan bisa mengejar impian mereka.

Selain masalah ekonomi yang terbatas, masih banyak orang di tempat saya tinggal yang menganggap bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena mereka toh bakalan menjadi ibu rumah tangga. Masih banyak yang belum mengerti dan memahami betapa pentingnya pendidikan.

Namun seiring perkembangan waktu, pandangan seperti itu agak berubah. Hal itu bisa terlihat dari semakin banyaknya anak-anak yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi atau kuliah. Terutama anak perempuan. Tentu saya berharap hal ini bisa berkembang dan akan semakin banyak  yang menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan.

Sebuah Ironi di Kota Emansipasi

Saya tumbuh di daerah Jawa bagian utara tepatnya di kabupaten Jepara. Tentu kalian sering mendengar kota ini bukan? Ya kota Jepara merupakan tempat lahirnya sosok Kartini seorang tokoh yang memperjuangkan emansipasi kaum perempuan. Sehingga setiap tanggal 21 April yaitu hari kelahirannya diperingati sebagai hari emansipasi kaum perempuan.

Kartini merupakan perempuan yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan agar bisa mendapatkan hak yang sama dengan kaum laki-laki terutama dalam hal pendidikan. Karena jasa-jasa itulah beliau menjadi tokoh emansipasi dan sebagai simbol perjuangan kaum perempuan untuk mendapatkan hak yang sama dengan kaum laki-laki.

Sebenarnya di kota Jepara ada tiga tokoh perempuan yang menjadi simbol kekuatan kaum perempuan yaitu R. A Kartini yang dikenal dengan tokoh emansipasi perempuan, Ratu Kalinyamat merupakan istri dari Sultan Hadlirin, sosok yang pemberani dan memiliki jiwa patriotisme yang ti.

Kemudian yang terakhir adalah sosok Ratu Shima dari kerajaan Kalingga yang terkenal dengan keadilannya. Ketiga sosok ini merupakan tokoh perempuan yang berasal dari Jepara dan sebagai bukti bahwa perempuan juga memiliki potensi yang sama dengan kaum laki-laki. Karena itulah di Jepara dibangun sebuah menomen untuk mengenang ketiga tokoh perempuan yang sangat penting tersebut yaitu monumen tiga puteri yang ada di Ngabul kecamatan Tahunan.

Ketiga tokoh perempuan tersebut sebagai representasi jika perempuan juga bisa menjadi sosok pemimpin yang tidak kalah dengan kaum laki-laki. Hal itu menunjukkan jika kaum perempuan bisa mencapai hal yang mereka inginkan jika mau berusaha.

Ketika melihat banyak teman perempuan saya yang tidak bisa menempuh pendidikan  yang tinggi saya merasa sedih. Apalagi ketika tahu masih ada yang beranggapan jika menyekolahkan anak perempuan tinggi-tinggi dianggap tidak perlu karena perempuan tidak perlu bekerja. Sehingga tidak perlu sekolah tinggi. Anggapan ini tentu saja keliru.

Padahal tujuan pendidikan tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Tapi lebih dari itu. Sungguh sebuah ironi. Padahal dulu sosok Kartini berjuang agar kaum perempuan bisa mendapatkan hak yang setara dengan kaum laki-laki.

Pendidikan Tinggi Bagi Perempuan Tidak Hanya untuk Bekerja

Lalu untuk apa perempuan harus mengenyam pendidikan yang tinggi? Untuk mendapat pekerjaan atau mengejar karir atau untuk berwirausaha. Ya  mungkin setiap perempuan memiliki tujuan di antara tiga hal tersebut. Yaitu lulus kuliah bisa bekerja di tempat yang bagus dan mendapatkan gaji yang lumayan. Memang kebanyakan akan berpikir seperti itu dan menjadikan pekerjaan sebagai tujuan utama setelah lulus kuliah.

Namun sebenarnya ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar untuk mendapatkan pekerjaan. Mengenyam pendidikan yang tinggi bagi perempuan sangat penting karena perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya kelak. Saya melihat sendiri perbedaan cara mendidik anak antara perempuan yang menempuh pendidikan kuliah dengan perempuan yang lulus SMP. Terlihat jelas bagaimana perbedaan mereka dalam mendidik anak mereka.

Perempuan yang menempuh pendidikan lebih tinggi biasanya mengerti dan memahami perkembangan anak mereka. Karena pengetahuan dan wawasannya luas. Sehingga mereka memperlakukan anak-anak mereka dengan baik dan tentu saja mereka bisa tahu mana yang harus diajarkan dan mana yang tidak. Mereka juga tahu menghadapi anak-anak mereka sesuai dengan usia mereka.

Sedangkan perempuan yang memiliki pendidikan yang lebih rendah cenderung membiarkan dan merawat anak sekedarnya saja. Mereka tidak memikirkan bagaimana anaknya nanti bisa mengembangkan bakatnya atau hal-hal yang dibutuhkan anaknya. Karena mereka cenderung apatis terhadap perkembangan anak mereka.

Perempuan akan menjadi seorang yang ibu yang akan merawat anak-anak mereka. Sebagai seorang ibu, di mana akan menjadi tempat pertama bagi anak tentu harus memiliki bekal yang cukup agar bisa membentuk generasi yang cerdas dan dapat diandalkan.

Seorang ibu akan menjadi teman pertama, guru pertama dan pertama-pertama lainnya bagi anak. Oleh sebab itu jika kamu seorang perempuan, meskipun tidak mendapatkan pekerjaan setelah menempuh pendidikan tinggi jangan menyesal. Karena itu akan menjadi bekalmu kelak sebagai seorang ibu.

Mendapatkan pekerjaan setelah menempuh pendidikan mungkin hal yang diidamkan oleh semua orang termasuk kaum perempuan. Namun jangan bersedih jika nanti kamu tidak mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Percayalah, ilmu yang kamu dapatkan itu tidak akan sia-sia begitu saja. Itu akan sangat berguna. Kelak setelah kamu menjadi seorang ibu. Ilmu itu akan berguna untuk mendidik anak-anakmu kelak. Jadi jangan pernah menganggap jika pendidikan yang kamu tempuh itu akan sia-sia dan tidak berguna.

Tidak seperti laki-laki yang memiliki tugas utama untuk mencari nafkah. Sehingga tentu orientasi dari kaum laki-laki adalah pekerjaan untuk mendapatkan uang. Karena kaum laki-laki memang memiliki tugas utama untuk menghidupi keluarga. Namun perempuan tidak demikian.

Meski sekarang banyak juga perempuan yang berperan sebagai ibu rumah tangga dan juga bekerja. Tapi tugas utama seorang perempuan adalah mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang cerdas dan berguna untuk banyak orang kelak. Sehingga pendidikan itu penting untuk perempuan. Agar kelak bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang hebat. Karena sejatinya perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak-anak yang dituntut untuk serba bisa dan serba tahu tentang banyak hal.

Terima kasih

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *