Juni 16, 2021
Pengaruh Ekonomi terhadap Pendidikan Anak di Masa Pandemi

Pengaruh Ekonomi terhadap Pendidikan Anak di Masa Pandemi

Oleh : Rinaldy Willysman

Saat ini seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia, dilanda bencana non alam yang berkaitan erat dengan kesehatan. Bencana non alam disebut covid-19 (wabah virus corona 19). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, dan telah menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Dampak virus ini sangat luas, tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam perekonomian dan pendidikan masyarakat. Dalam pandemi virus corona ini, seluruh institusi pendidikan ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin berkembang.

Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian keluarga, dan juga terkait erat dengan pendidikan anak-anak. Saat ini akibat Covid-19, banyak keluarga yang bingung dengan masalah pendidikan, karena keluarga merupakan institusi utama dalam mendidik, melindungi dan mengasuh anak sesuai dengan nilai-nilai keluarga dan nilai-nilai agama. keluarga adalah anak pertama yang mengetahui landmark dunia. Melalui keluarga, keturunan yang kuat dapat diciptakan.

Selama pandemi Covid-19, publik membahas masalah keluarga yang paling penting. Dari ekonomi hingga pendidikan, keluarga paling terpengaruh oleh Covid-19. Demikian kata pengantar Ketua Jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) Fakultas Ekologi dan Antropologi (Fema) IPB University. Pandemi Covid-19, Tin Herawati, telah mempengaruhi sistem lingkungan terbesar (sistem makro) dan, tentu saja, lingkungan terkecil (sistem mikro). Mempengaruhi pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sektor lainnya, sehingga mempengaruhi kehidupan semua anggota keluarga.

Keberadaan pendidikan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, dan pendidikan seringkali secara langsung maupun tidak langsung tidak dapat dipisahkan dari permasalahan ekonomi. Berbagai studi akademis dan studi empiris telah membuktikan keefektifannya. Alhumami (2004) mengemukakan bahwa pendidikan tidak hanya dapat menghasilkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang berkualitas, tetapi juga dapat menciptakan suasana usaha yang sehat dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Pendidikan tidak hanya bermanfaat bagi individu untuk meningkatkan tingkat ilmunya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat, khususnya ekonomi keluarga, adalah komunitas bisnis. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan perekonomian nasional yang stabil, dan kegagalan dalam membangun pendidikan akan menimbulkan berbagai permasalahan. Kita bisa merefleksikan negara-negara maju yang memprioritaskan pendidikan untuk mendukung sumber daya manusia yang berkualitas. Mengingat memasuki dunia kerja, generasi penerus bangsa menghadapi tantangan yang semakin meningkat dan oleh karena itu harus diimbangi dengan keterampilan dan pendidikan yang berkualitas. Semakin berkualitas generasi penerus suatu negara, semakin tinggi pula laju pertumbuhan ekonomi dan terciptanya masyarakat yang sejahtera.

Dampak ekonomi terhadap pendidikan anak sangat besar. Pendidikan diharapkan dapat mendukung proses kehidupan ekonomi bahkan mempengaruhi arah proses pembangunan ekonomi, karena peserta dalam kehidupan ekonomi adalah masyarakat itu sendiri. Selain itu, pembangunan ekonomi pada gilirannya akan mendukung proses pendidikan yang dibutuhkan untuk mencapai pembangunan ekonomi.

Parahnya penyebaran virus covid-19 telah mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melindungi warganya dari pandemi Covid-19, seperti pelaksanaan evakuasi orang ke orang, pembatasan sosial skala besar (PSBB), penutupan sekolah, dan Rumah Kerja (WFH). Seperti kita ketahui bersama, penerapan setiap kebijakan akan berdampak positif dan negatif, karena kita tahu bahwa dampak positif kesehatan dari penerapan kebijakan tersebut tetap terjaga dan mengurangi jumlah penularan Covid-19. Badan Usaha Milik Negara (UMKM) mengalami penurunan karena daya beli yang rendah dan usaha yang memiliki daya kuat, sehingga tidak jarang banyak ditemui UMKM yang gagal karena adanya ketidakseimbangan modal antara pendapatan dan pengeluaran. Jika pekerjaan tidak stabil akan menyebabkan kesulitan keuangan bagi keluarga. Jika keluarga mengalami kesulitan keuangan, masalah lain akan muncul.

Selama pandemi Covid-19, keuangan keluarga terganggu, sementara pendidikan anak terus berlanjut. Anak-anak masih perlu mempelajari konten di rumah yang membutuhkan ponsel Android, laptop, kartu kredit, paket internet, dll. Jika ekonomi keluarga terganggu, akan sulit mencapai semua tujuan tersebut. Apalagi saat ini Indonesia telah mengalami resesi ekonomi yang sangat sulit, sedangkan keadaan keuangan keluarga sedang terpuruk, sehingga langkah yang harus diambil adalah dengan sebaik-baiknya mengatur keadaan keuangan keluarga. Dalam kondisi ekonomi seperti itu, keluarga harus berpikir keras, dan lebih gigih, agar tidak mengganggu pendidikan anak. Kita semua harus mematuhi protokol kesehatan yang direkomendasikan pemerintah.

Saat ini, dalam hal pendidikan Covid-19 yang terpenting harus dilanjutkan seefektif mungkin, karena pendidikan merupakan bagian terpenting dari proses pembangunan negara mulai dari pendidikan keluarga. Selain itu, pendidikan merupakan penentu ekonomi keluarga dan negara. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, khususnya pembangunan ekonomi.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *