Simulasi Prokes Tatap Muka SMA Banten Usai Lebaran, Wajib di Zona Aman

Banten Peraturan Pendidikan

SERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Tabrani mengatakan simulasi sekolah tatap muka tingkat SMA/SMK dimulai setelah Lebaran 2021. Tapi, syarat yang diberikan oleh Pemprov, sekolah wajib berada di zona risiko aman.

“Tadinya simulasi di akhir April tapi kebentur puasa nanti abis Lebaran,” kata Tabrani di Serang, Jumat (9/4/2021).

Selain itu, sekolah yang mau mulai simulasi belajar tatap muka wajib mendapatkan restu orang tua. Jika mereka tak setuju, dinas tak akan mengizinkan adanya simulasi hingga tatap muka bagi siswa.

Selain itu, zona risiko SMA/SMK yang gelar tatap muka paling tidak berada di zona kuning. Zona oranye masih dipertimbangkan asalkan saat simulasi seluruh komponen protokol kesehatan sudah tersedia.

Saat simulasi, sekolah sekurang-kurangnya juga hanya boleh melakukan tatap muka dua atau tiga hari dalam sepekan. Maksimal sisa adalah 50 persen dari kapasitas kelas.

Durasi tatap muka dibatasi hanya empat jam. Guru mata pelajaran yang kelasnya tatap muka, hanya untuk materi pendidikan esensial dimana siswa memang betul-betul harus memahami pembelajaran.

“Tentu tenaga pendidik juga harus sudah divaksinasi. Simulasi nanti tidak membatasi seberapa banyak sekolah, yang penting sekolah di sana zonanya aman, tidak merah, oranye juga masih khawatir,” ujarnya.

Tabrani mengungkapkan, ada 241 SMA/SMK negeri dan 1.400 lebih sekolah swasta. Saat ini, mereka tengah melengkapi daftar isian kesiapan tatap muka berkaitan protokol kesehatan yang dimulai Juli 2021. Tapi, simulasi tetap akan dilakukan setelah Lebaran untuk melihat kesiapan pembelajaran.

“Kalau simulasi wajib mengisi daftar isian, kalau nggak siap jangan simulasi,” ucap Tabrani menegaskan.

Sumber : detik.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *