Gawai dan Kuota Internet untuk PJJ Belum Merata

PJJ

Kepemilikan fasilitas gawai dan kuota internet bagi siswa yang belajar daring di masa pandemi Covid-19 belum merata.

Sebagian besar para siswa yang belajar daring masih tidak memadai fasilitas gawai dan kuota internetnya sehingga pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi terkendala.

Salah satu siswi yang terkendala persoalan gawai di masa PJJ adalah Dias Baihaqi. Ia kini duduk di kelas 4 SDN Cipinang Besar Selatan 03 Pagi, Jakarta.

Ia mengaku, selama ini menggunakan gawai secara bergantian dengan adiknya ketika belajar dan mengerjakan tugas.

“Saya selalu terlambat mengerjakan tugas karena pakainya bergantian,” katanya.

Pada kesempatan lain, Dias tidak hanya harus merelakan gawainya dipakai bersama sang adik untuk belajar.

Namun, sang Ayah juga terkadang membutuhkan gawai itu. Sang Ayah diakuinya kerap membutuhkan gawai untuk keperluan berdagang. 

Pandemi Covid-19 yang telah menerpa Indonesia selama lebih dari satu tahun turut berdampak pada sektor pendidikan.

Akibatnya hampir seluruh murid diharuskan belajar secara online atau dalam jaringan (daring).

Namun permasalahannya, tidak semua murid memiliki fasilitas smartphone dan juga kuota internet yang memadai untuk mengikuti PJJ.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri sejauh ini telah memberikan bantuan kuota internet untuk para siswa.

Per April 2021, bantuan kuota internet itu telah disalurkan kepada sekitar 30 juta penerima. 

Di tengah persoalan tersebut, pihak swasta perlu turut aktif membantu penyediaan sarana dan prasarana untuk belajar siswa selama PJJ.

Selaku pihak swasta, General Brand Manager PT Tempo Scan Pasific Tbk., Audrey Y Gandadjaja mengatakan, pihaknya kini tengah memberikan bantuan gawai dan kuota internet kepada para siswa jenjang sekolah dasar. 

“Smartphone yang kami donasikan tersebut akan menjadi inventaris sekolah untuk dipinjamkan kepada siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas dalam proses PJJ selama dibutuhkan,” katanya.

Menurutnya, sekolah yang terpilih mendapatkan bantuan paket smartphone dan kuota internet adalah yang memberlakukan sistem PJJ dan siswanya belum memiliki fasilitas belajar online.

“Kami mengutamakan para siswa yang duduk di kelas 3 SD hingga 6 SD sehingga bisa dimanfaatkan selama proses PJJ,” ujarnya.

Audrey menyebutkan, program itu diberi nama #bodrexMerahPutihBerbagi. Program ini diinisiasi perusahannya sekaligus sebagai wujud ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung produknya, yakni bodrex.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *