Cara Unik Belajar Tatap Muka Sebuah Sekolah di Jakarta, Gunakan Konsep Drive-In

DKI Jakarta

Pandemi Covid-19 membuat murid dan guru untuk melakukan sekolah berbasis online dalam waktu lama.

Seiring berjalannya waktu, inovasi terus dikembangkan dalam dunia pendidikan, agar para murid dan guru bisa tetap menjalankan proses belajar mengajar dan tidak membosankan.

Salah satu cara belajar mengajar yang unik yaitu dilakukan oleh Nizamia Andalusia School. Nizamia Andalusia School mengadakan belajar tatap muka melalui konsep drive in learning (DRIL).

Sejak 1 Februari 2021 lalu, Nizamia menerapkan konsep DRIL.

Dalam konsep ini anak-anak belajar dari bagasi mobil masing-masing, umumnya mobil jenis sport utility vehicle (SUV).

Diadakan dua kali dalam sebulan, program DRIL memiliki tiga sesi belajar yang dimulai pukul 08:00 hingga 12:00 WIB. Setiap sesi berdurasi satu jam dengan tiga mata pelajaran.

Konsep utama belajar drive-in mengusung kegiatan pembelajaran di ruang terbuka.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, tiga area parkir digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta di area parkir terdapat 11 mobil yang berisikan masing-masing 1 siswa dan 3 pengajar dalam 1 mobil.

Direktur Pendidikan Nizamia Andalusia School, Zahra Fajardini mengatakan dinas pendidikan DKI pada Januari lalu mengeluarkan imbauan untuk setiap sekolah mulai melakukan pembelajaran campuran atau blended learning.

Pembelajaran tatap muka seperti ini pun disepakati sekolah dan orang tua untuk mencoba menerapkan program ini.

“Awalnya tidak sampai 50 persen yang berkenan ikut, tapi sekarang sudah 90 persen berkenan,” ujar Pengurus Yayasan Nizamia Andalusia, Muhamad Nasir saat ditemui Anadolu Agency, dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui website Anadolu Agency, Senin, 12 April 2021.

Selain itu, menurutnya, program DRIL juga menjadi ajang untuk membangun interaksi langsung antara murid, orang tua, dan pengajar.

Menurutnya, sekolah Nizamia yang berisi murid tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ini masih perlu diberi stimulus melalui pembelajaran tatap muka. Dia menilai, pembelajaran online kurang cocok untuk anak-anak.

Sekolah drive-in ini diadakan di parkiran Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Sumber : pikiran-rakyat.com  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *