Saat Wali Murid di Surabaya Masih Keberatan dengan Sekolah Tatap Muka

Jawa Timur Peraturan Pendidikan

SURABAYA – Pemkot Surabaya berencana membuka sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Namun belum semua orang tua atau wali murid mengizinkan anaknya untuk melakukan sekolah tatap muka.

Sari, salah satu wali murid siswa SMPN 9 keberatan dan belum setuju sekolah tatap muka kembali digelar. Meski para guru sudah divaksin, tetapi para siswa belum mendapatkan vaksin sehingga penularan virus Corona bisa saja terjadi.

“Gurunya memang sudah divaksin, tapi kan siswanya belum, bisa saja tertular dari temannya,” kata Sari kepada detikcom, Minggu (18/4/2021).

Sari juga merasa terberatkan untuk tes GeNose C19, sebab masa berlakunya hanya 3 hari. Apakah hal tersebut efektif dibandingkan swab PCR.

“Kalau biaya tes covidnya ditanggung sendiri itu agak menyusahkan wali murid yang tidak mampu, ya. Dan itu kan masa berlakunya cuman 3 hari, apa nggak sebaiknya PCR yang 2 minggu biar nggak tes bolak-balik,” kata Sari.

Hal sama juga diutarakan oleh Nur, wali murid dari salah satu SD swasta di Surabaya Barat. Meski sekolah tatap muka berfokus pada penerapan protokol kesehatan yang ketat, namun anak SD sifatnya lebih susah diatur dan diberitahu.

“Karena itu juga akan berakibat fatal. Sing sekolah cilik-cilik ngunu, kan kadang nggak terlalu memperhatikan, ya. Pokok diangger muride masuk, guru ngajar gitu doank. Apalagi lek bicara soal anak SD, kan ya butuh pengertian ektra keras,” kata Nur.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *