Kasus COVID DKI Naik, Anies Pastikan Uji Coba Sekolah Tatap Muka Jalan Terus

DKI Jakarta Peraturan Pendidikan

JAKARTA – Kasus COVID-19 di Jakarta dalam dua pekan terakhir mengalami kenaikan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan penerapan uji coba sekolah tatap muka di Ibu Kota terus berlanjut.

“Jadi begini, ketika kita berbicara tentang pembukaan sekolah, kita pada fase ini masih pada fase piloting. Jadi piloting jalan terus karena fungsi piloting ini untuk mendapatkan feedback tentang SOP di sekolah, tentang perilaku anak-anak yang belajar, juga gurunya, orang tuanya. Sehingga kita punya informasi yang lebih baik untuk menyusun tata kelola sekolah di masa pandemi,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

“Jadi ini tidak akan berhenti proses piloting ini, justru proses piloting ini penting untuk bekal kita nah informasi tadi adanya kenaikan kasus-kasus yang dibandingkan 2 minggu lalu kita menyaksikan ada platoing, mulai merata,” sambungnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan tidak hanya sekolah yang harus berhati-hati dalam penularan COVID-19. Dia meminta masyarakat senantiasa taat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kalau dulu kan turun terus, sekarang mulai mendatar ini membuat kita harus hati-hati dalam semua aspek, bukan hanya di sekolah. Jadi saya ingin tegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa tren yang sempat terjadi beberapa waktu ini yaitu penurunan harus kita jaga dengan konsisten masker, konsisten untuk cuci tangan jaga jarak dan selama musim bulan puasa ini betul-betul kurangi aktivitas buka bersama,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Perpanjangan PPKM Mikro ini berlaku hingga 3 Mei 2021.

Perpanjangan PPKM Mikro ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 478 Tahun 2021 serta Instruksi Gubernur Nomor 22 Tahun 2021.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi peningkatan kasus aktif COVID-19 dalam 2 pekan terakhir. Pada 5 April terdapat 6.075 kasus aktif namun pada 18 April meningkat menjadi 6.924 kasus.

“Ini mulai meningkat lagi. Saya ingatkan warga DKI bahwa 3M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Karena, pengalaman kita tahun lalu dan akhir minggu ini, menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka sudah bergerak naik,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti melalui keterangan tertulis, Selasa (20/4).

Kendati demikian, Widyastuti memastikan kasus COVID-19 di Ibu Kota masih terkendali. Hal ini terlihat dari ketersediaan tempat tidur isolasi serta ICU yang masih memadai. Per 5 April, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.513 unit dengan keterisian 3.311 atau 44%. Sedangkan, pada 18 April, jumlah tempat tidur 7.087 dengan terisi 2.691 atau terisi 38%.

“Untuk ketersediaan ICU turun meskipun sedikit, per tanggal 5 April, jumlah ICU kita 1.136 dan terisi 548 yakni 48%. Sedangkan, tanggal 18 April, kapasitas ICU kita 1.056, terisi 500 pasien atau 47% yang artinya ada penurunan sebesar 1% terhadap kapasitas ICU,” jelasnya.

Diketahui, ada 85 sekolah di DKI Jakarta sudah memulai uji coba pembelajaran tatap muka hingga 29 April 2021. Pemprov DKI Jakarta mengklaim siswa antusias mengikuti uji coba itu.

“Memang hasil saya kunjungan ke SMK 16 kemarin itu, akhirnya malah semangat melihat temannya pada sekolah, ketika belajar di kelas,” kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja kepada wartawan, Kamis (8/4).

Dia pun berharap tingkat kepercayaan para orang tua siswa meningkat akan kebijakan ini. Sejauh ini, menurutnya, tidak ada laporan signifikan berkaitan dengan kebijakan itu.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *