Juni 16, 2021
5 Tips Guru Bikin Siswa Happy Melewati Adaptasi di Sekolah Baru

5 Tips Guru Bikin Siswa Happy Melewati Adaptasi di Sekolah Baru

Oleh : Mis Juli

Bapak ibu guru hebat.

Setiap tahun ajaran baru banyak masalah yang terjadi di sekolah. Salah satunya adalah masalah siswa yang mengalami kesulitan dengan adaptasi di sekolah. Baik siswa baru (PPDB) atau pindahan dari sekolah lain.

Sebagai guru, kita harus memahami keadaan siswanya di kelas, bukan? Beragamnya karakter siswa menjadi tantangan tersendiri bagi bapak ibu guru hebat di kelas. Di bawah ini, ada lima tips bagaimana bapak ibu guru bisa bikin siswa happy melewati adaptasinya di sekolah baru:

1. Membangun Komunikasi dengan Siswa

Kita tidak pernah tahu apa yang ada dipikiran siswa, jika kita tidak membuka dan membangun komunikasi yang intens dengan siswa-siswa bermasalah tersebut. Coba gali dengan cara bersahabat untuk mengetahui apa yang menjadi kesulitannya melakukan adapatasi di sekolah. Komunikasi yang santai membuatnya bisa kuat, sabar, dan kita pun bisa menanggapinya dengan kepala dingin agar  solusi mudah didapat.

2. Menghadirkan Situasi dan Kondisi Nyaman

Berkomunikasi adalah menyampaikan pesan yang bisa direspon dengan baik bagi audiensnya. Sebagai guru, kita  ingin menyampaikan ide, gagasan, masukan positif dan membangun

bagi siswanya, bukan? Hal penting yang harus dipertimbangkan adalah: pemilihan bahasa dalam berkomunikasi, melihat situasi, dan kondisi yang tepat, tanpa memaksakan kehendak sehingga merusak komunikasi itu sendiri.

Memahami kapan, bagaimana, cara efektif bapak ibu guru hebat untuk  berkomunikasi dengan kasih sayang dan jauh dari emosi menggoda, sehingga siswa bisa terbuka dan tidak sungkan mengungkapkan isi hatinya.

3. Menjadi Teman Curhat yang Baik

Setiap siswa tentunya menginginkan guru yang asyik menjadi teman curhat. Setiap siswa tidak sama emosinya dan waktunya, terutama saat melewati masa-masa berat, terlebih menghadapi keadaan pencarian jati diri atau populer dengan istilah PUBER. Ada yang cepat, sedang, atau butuh waktu yang lama untuk mereka bisa menghadapi dan melewati kesulitan beradaptasi. Di sinilah peran kita di sekolah sangat dibutuhkan mereka.

Mengenal karakter dan memahami setiap siswa adalah cara bijak mengatasi permasalahannya.  Yuk, jadi guru kebanggaan dengan menjadi teman curhat yang mengasyikkan bagi siswa!

4. Beri Kesempatan Mengembangkan Hobi Siswa

Mengamati kecenderungan, minat, potensi, dan hobi siswa, adalah cara bapak ibu guru hebat untuk mensuport, mengawal, dan memberikan kesempatan mengembangkan potensi serta bakatnya. Fungsinya sebagai refreshing dan media belajar, bagi siswa untuk membangun relasi serta  interaksi sosial dengan teman-teman nya.

Pilihan siswa mungkin tidak sesuai dengan keinginan orangtuanya dan pengamatan kita,  namun berusalah menjadi mediator bagi kedua pihak tersebut. Kesuksesan siswa di masa depan itu tidak lepas dari hubungan guru, siswa, dan kerjasama orangtua. Setuju, ya!

5. Berlapang Dada Saat Kenyataan Belum Sesuai dengan Harapan

Tidak semua guru dan orangtua dapat menerima, saat siswa memiliki pencapaian kompetensi yang belum sesuai dengan harapan. Sesungguhnya hal ini manusiawi keinginan untuk mencapai hal yang ideal. Akan lebih bijak jika hal itu tidak ditunjukkan secara terbuka dan memaksa, karena hal ini bisa melukai hati siswa yang kemampuannya belum maksimal.

 Butuh lapang dada semua pihak, menerima bahwa setiap siswa kecerdasan, daya tangkap keilmuannya, dan kedewasaannya  berbeda. Bisa jadi di beberapa sisi dan bidang mata pelajaran memiliki kelemahan, namun yang lainnya ada kelebihan. Butuh kesabaran, jangan pasung mereka dengan keharusan menjadi juara, meraih piala, dapat  rangking, punya medali, atau apapun yang menunjukkan keharusan sebuah prestasi. Hal terpenting adalah siswa mampu melewati prosesnya bukan hasilnya.

Bapak ibu guru hebat, setiap siswa adalah bintang, ini yang harus ditanamkan persepsinya pada mereka dan orangtuanya di awal. Inilah prestasi siswa sesungguhnya. Hasilnya pun tidak akan jauh dari prosesnya. Semoga bermanfaat.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *