KPAI: Sekolah di Jateng Cukup Siap PTM Terbatas

Jawa Tengah

JAKARTA: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) terkait pembelajaran tatap muka terbatas. Beberapa daerah yang mendapat pengawasan antara lain Kabupaten Tegal, Magelang, Kota Semarang, Kota Solo, dan Wonosobo.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, hasil pemantauan KPAI pada April 2021, seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan ujicoba PTM secara terbatas. Satu kabupaten/kota masing-masing melakukan uji coba PTM terbatas dengan hanya lima sekolah di jenjang SMP dan SMA/SMK, termasuk Madrasah.

Hasil pengawasan di SMAN 1 dan SMPN 1 Kabupaten Wonosobo, kata Retno, menunjukkan kesiapan daerah maupun sekolah dalam melakukan uji coba PTM secara terbatas. Penilaian kesiapan daftar periksa versi KPAI mencapai angka di atas 80.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad

Hanya ada sedikit catatan perbaikan, di antaranya adalah pengaturan meja baca di ruang perpustakaan dan pengaturan kursi. Selain itu, pembatas mika plastik untuk ruang konseling peserta didik sebagai bentuk layanan Bimbingan Konseling (BK) di satuan pendidikan pada masa pandemi covid-19.

“KPAI mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah yang sangat hati-hati melakukan uji coba PTM di wilayahnya,” kata Retno melalui keterangan tertulis, Senin, 26 April 2021.

Ia mengatakan, yang menggelar uji coba PTM dibatasi hanya lima sekolah per kabupaten/kota, jumlah siswa yang diperkenankan mengikuti ujicoba PTM juga hanya sekitar 20 persen. “Sebelum uji coba diperluas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah akan melakukan evaluasi terlebih dahulu,” ujar Retno.

KPAI juga meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan bersinergi dalam mengawal uji coba PTM. Dinas Kesehatan juga melakukan pendampingan dengan pihak sekolah melalui Puskesmas terdekat, misalnya dalam memberikan petujuk situasi darurat yang membutuhkan peran tenaga kesehatan dan arahan membuat ruang isolasi sementara di dekat pintu gerbang sekolah.

Kehati-hatian dengan meminimalkan rsiko melalui mitigasi resiko, kata dia, juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Uji coba PTM terbatas di DKI Jakarta hanya diikuti oleh 85 sekolah dari 11 ribu sekolah yang ada. Pemprov DKI juga membuka kanal pengaduan PTM terbatas untuk mendapatkan masukan dari masyarakat.

Ia menerangkan, Jumat, 23 April 2021, digelar rapat evaluasi uji coba PTM terbatas di DKI Jakarta untuk melakukan perluasan. Jika memang tidak ditemukan kasus setelah dua minggu buka sekolah, maka Pemprov DKI Jakarta akan mempertimbangkan perluasan atau penambahan sekolah yang mengikuti ujicoba PTM secara terbatas.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *