Untuk Apa Sekolah? (Sebuah Refleksi di Hari Pendidikan Nasional)

OPINI

Oleh : Brian Rivan Assa

“Mengapa kamu sekolah? Supaya saya menjadi pintar, bersikap baik dan benar dalam hidupku.”

Kira-kira begitulah dialog pendek yang bisa saja terjadi tatkala bertemu dengan anak-anak SD, SMP atau SMA.

“Supaya menjadi pintar dan bersikap baik dan benar dalam hidup.” Menarik!

Memang ada pepatah yang mengatakan kalau kita bersekolah tujuannya supaya bisa jadi pintar. Jika kita pintar maka kita akan dapat banyak uang nanti.

Tapi, pernahkah terbesit di pikiran kita tentang apa sih sebenarnya tujuan dari sekolah tersebut? apakah itu tujuan kita sekolah? Jujur saya ragu. Karena faktanya saya memang sekolah, tapi perilaku hidup saya terkadang tidak menunjukkan bahwa saya pintar, bersikap baik dan benar dalam hidup saya.

Esensialnya, saya sekolah untuk “membingkai pikiran” secara pintar, cerdas dan kritis, serta menata moralitas hidup saya secara baik dan benar.

Sebab, saya sadar bahwa moralitas adalah langkah pertama dari jalan menuju hidup bahagia. Moralitas merupakan landasan spiritual.

Tanpa landasan moral, tidak akan ada kemajuan yang bercitra manusiawi. Jika saya tidak bermoral, itu tidak hanya membahayakan diri saya, tetapi juga orang-orang di sekitar saya.

itu artinya, ketika moral hidup ditata, maka kita akan jauh lebih maju dalam upaya mengembangkan pikiran dan kebijaksanaan. 

Cara ini akan mengusung kita dari tingkat kesadaran yang paling rendah menuju tingkat kesadaran yang paling tinggi dalam pengembangan mental.

Dengan demikian kita akan memiliki daya pencerahan, yang akan membantu dalam upaya menata hidup dengan cerdas, baik dan benar.

Menurut saya, Inilah “Hakekat Pendidikan” serta alasan kenapa kita sekolah.

Pendidikan itu proses “Hominisasi” dan “Humanisasi”. Melalui pendidikan manusia kenal dirinya sebagai manusia, dan karena itulah dia bertindak manusiawi.

Kepada Bapak-Ibu Guru, saya manaruh hormat setinggi-tingginya. Andalah yang “memahat” diri saya menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan, kebaikan dan kebenaran dalam diri saya. Doa saya tetap untukmu, Guru-guruku.

Selamat Hari Guru Nasional!

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *