Apakah Pemakaian Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan Baik untuk Anak?

OPINI

Oleh : Msy. Fakhira Tri Andini

Pendahuluan

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan semua kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, pengelolaan dan penyampaian atau pemindahan informasi antar sarana/media. Tik mencakup dua spek diantaranya teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Dalam melayani pembelajaran yang tak terendala waktu dan tempat juga bisa difasilitasi oleh TIK.

Penggunaan TIK dalam dunia pendidikan bukan lagi sebagai penunjang melainkan sebuah kebutuhan dan kewajiban. Dalam pendidikan di Indonesia TIK memiliki sejarah yang cukup panjang, dengan itu juga banyak bermunculan berbagai sebutan yang berawalan dengan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Dengan itu pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur yang bisa dugunakan untuk berkomunikasi serta dapat mengaksesmateri pendukung melalui e-learning.

Isi

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sekarang sudah tidak asing lagi bagi anak — anak sekarang, salah satunya media sosial. Media sosial merupakan media yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh, interaksi antar pengguna satu dengan pengguna lain, serta mendapatkan informasi dari aplikasi khusus menggunakan jaringan internet. Menggunakan media sosial tidak selalu buruk salah satunya bisa memperoleh berbagai ilmu baru yang terdiri dari berbagai bidang sehingga menambahkan pengetahuan, tetapi memang menggunakan media sosial banyak berdampak buruk bagia anak contohnya penindasan maya atau cyberbullying dan kecanduan media sosial.

Pemakaian gawai bagi siswa baik dikarenakan dengan adanya gawai siswa dapat memudahkan berinteraksi dengan banyak orang lewat media sosial, mempermudah siswa menanyakan pelajaran dan tugas — tugas yang belum siswa mengerti, serta dapat dengan mudah mengetahui infomasi mengenai kegiatan sekolah. Tetapi ada juga dampak negative siswa menggunakan gawai ialah contohnya gawai memiliki berbagai macam aplikasi yang membuat siswa lebih mementingkan itu daripada belajar serta dikarenakan kebanyakan lebih sering berkomunikasi jarak jauh, saat anak ingin berinteraksi dalam jarak dekat tidak tahu bagaimana caranya. Pemakaian gawai dalam rumah saya mungkin seperti kebanyakan orang memakai gawai ada kalanya kami memakai gawai untuk mengerjakan tugas, belajar, berkomunikasi dengan teman dan keluarga jauh, mencari informasi, atau hanya sekedar mencari hiburan.

Di sekolah sekarang banyak siswa yang membawa gawai baik untuk membantu mereka belajar atau hanya sekedar membawa untuk hiburan. Menurut saya dengan membawa gawai ke sekolah banyak berdampak negative bagi siswa dikarenakan saat proses belajar mengajar banyak siswa yang tidak fokus dengan pelajaran dan lebih mementingkan untuk memainkan gawai yang mereka dan tidak pedulis dengan pelajaran di sekolah.

Menurut saya seharusnya sekolah melarang adanya siswa membawa gawai ke sekolah agar siswa lebih fokus untuk belajar, bahkan dengan tidak membawa gawai pun masih banyak siswa yang tidak fokus dalam pembelajaran terlebih lagi jika membawa gawai. Jika alasannya membawa gawai untuk memperoleh informasi mengenai pelajaran masih terdapat buku di sekolah walaupun tidak seluas di internet, sekolah masih memiliki perpustakaan untuk memperoleh informasi tentang pelajaran yang dibutuhkan siswa.

Menurut saya pribadi HP sangat membantu saya dalam pendidikan saya sampai sekarang, memang dalam sekolah saya tidak diperbolehkan untuk membawa hp tetapi saya masih bisa memakai HP saya saat dirumah untuk belajar dan dalam sehari saya tidak pernah memperkirakan berapa jam saya memakai HP.

Penutup

Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pendidikan banyak menimbulkan dampak positif dan negative bagi anak. Dampak positifnya meliputi dapat memudahkan berinteraksi dengan banyak orang lewat media sosial, mempermudah siswa menanyakan pelajaran dan tugas — tugas yang belum siswa mengerti, serta dapat dengan mudah mengetahui infomasi mengenai kegiatan sekolah. Selanjutnya dampak negatifnya meliputi gawai memiliki berbagai macam aplikasi yang membuat siswa lebih mementingkan itu daripada belajar serta dikarenakan kebanyakan lebih sering berkomunikasi jarak jauh, saat anak ingin berinteraksi dalam jarak dekat tidak tahu bagaimana caranya.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *