Pastikan Sekolah Tatap Muka Aman, Siswa SD-SMP Bakal Dites Covid-19

Makasar

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mematangkan persiapan sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Seluruh siswa SD dan SMP se-Kota Makassar juga akan mengikuti swab antigen. Jika tak ada kendala, tes swab ini akan dilakukan paling cepat akhir Mei 2021.

Rencana itu ditegaskan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Kata dia, tes diagnosis Covid-19 ini untuk memastikan seluruh siswa yang mengikuti sekolah tatap muka dalam kondisi sehat. Dalam hal ini dipastikan tidak terpapar virus korona.

“Ada 100 ribu lebih siswa SD-SMP negeri dan swasta akan segera kami testing swab antigen. Jadi kalau dinyatakan sehat maka kita akan undang sekolah tatap muka. Insya Allah setelah lebaran kita mulai,” kata Danny, Selasa (4/5/2021).

Menurut dia, rencana sekolah tatap muka juga harus menyasar siswa melalui swab antigen. Sebab usia SD-SMP belum memehuni syarat untuk dilakukan vaksinasi. Apalagi saat ini, hampir 100% guru baik SD maupun SMP se-Kota Makassar sudah disuntik vaksin.

Sedangkan untuk penggunaan Ge-Nose, lanjut Danny, alat itu akan digunakan secara berkala jika sekolah tatap muka sudah dimulai. Sebab dia mengaku belum berani menggunakan Ge-Nose sebagai alat testing pendeteksi Covid-19.

“Ge-Nose nanti pemeliharaannya. Ge-Nose bukan testing sehingga kita tidak mau berani awalnya pakai Ge-Nose, nanti setelah itu per bulan kita pakai Ge-Nose. Saya tidak mau bermain-main kalau anak-anak. Jadi saya harus pastikan testing,” ujar dia.

Berdasarkan data yang dihimpun SINDOnews, setidaknya ada 201.355 peserta didik se-Kota Makassar. Rinciannya, 107.457 peserta didik di SD negeri, 30.546 peserta didik SD swasta, 38.128 peserta didik SMP negeri, dan 25.224 peserta didik di SMP swasta.

Baca Juga: Jelang Sekolah Tatap Muka Guru di Gowa Akan Diikutkan Pelatihan Kompetensi

Kepala SMPN 3 Makassar, Kaswadi mengaku siap menggelar sekolah tatap muka. Vaksinasi guru hingga penyediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan (protkes) di sekolah, seperti alat cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan hand sanitizer sudah disiapkan.

“Jadi sarana dan prasarana Insya Allah kami sudah siapkan. Bahkan kami juga sudah siapkan paket sehat untuk seluruh siswa,” ucap Kaswadi.

Dia menilai rencana Wali Kota Makassar untuk melakukan swab antigen kepada seluruh peserta didik sebelum aktivitas belajar tatap muka dibuka sudah tepat. Sebab menurut dia, harus ada jaminan bahwa peserta didik yang ikut belajar di sekolah dalam kondisi sehat.

“Khusus di SMPN 3 Makassar itu ada 1.167 peserta didik. Itu yang terdata di dapodik. Jadi saya pikir untuk siswa tidak ada masalah mereka untuk swab antigen, karena pada dasarnya mereka sudah siap untuk melakukan belajar tatap muka,” ucap dia.

Kata Kaswadi, jika hasil swab tes ditemukan ada siswa yang terpapar atau memiliki riwayat penyakit dan tidak bisa mengikuti belajar tatap muka, maka pihaknya sudah menyiapkan sistem pembelajaran daring.

Artinya, hanya 50% peserta didik yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran di sekolah. Sedangkan, sisanya belajar dari rumah. Pihaknya juga telah menyiapkan sarana internet sehingga saat proses pembelajaran nantinya tidak ditemukan kendala jaringan.

“Jadi kita gilir, misalnya hari ini sebagian saja yang ikut belajar di sekolah. Pekan depan, atau beberapa hari ke depan gantian. Jadi, semua siswa tetap mengikuti pembelajaran,” tutur Kaswadi.

Sumber : sindonews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *