2 dari 850 Kemampuan Numerasi Pelajar di Indonesia Masih di Bawah Rata-Rata

Program Pendidikan

Kemampuan numerasi pelajar di Indonesia umumnya masih di bawah rata-rata.

Hal ini bila mengacu kepada pemeringkatan skor Programme for International Students Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Direktur Program Pelajar Berkreasi, Natalina Rimba menuturkan, hasil PISA 2018 menunjukkan skor rata-rata Matematika pelajar Indonesia mencapai 379. Skor tersebut masih di bawah skor rata-rata negara partisipan, yaitu 487.

Sementara menurut hasil TIMSS 2015, skor Matematika Indonesia mencapai 397 dengan rata-rata skor TIMSS, yaitu 500.

“Dari data ini terlihat bahwa Indonesia masih berjuang dalam meningkatkan numerasi pelajar,” katanya Jumat 7 Mei 2021.

Berangkat dari situasi ini, ia mengatakan, Mentari Mathematics Olympiad (MEMO) atau Olimpiade Matematika sebagai bagian dari program Pelajar Berkreasi 2021 yang diinisasi Mentari Group diluncurkan, Kamis 6 Mei 2021.

Program ini dijalankan untuk mendorong peningkatan kemampuan numerasi pelajar yang umumnya masih di bawah rata-rata.

Ia mengatakan, pendaftaran MEMO dilakukan melalui Hadiryuk (www.hadiryuk.id) sebagai portal tiket daring yang memudahkan peserta untuk ikut serta.

Sementara pelaksanaan tes MEMO dilakukan melalui Maupintar (www.maupintar.id) yang menyediakan laman pengisian soal dan penilaian secara praktis dan efisien.

Natalia mengatakan, MEMO dilaksanakan sebagai kegiatan positif bagi pelajar yang dapat mendukung pelajar untuk meningkatkan kemampuan numerasi dan bernalar tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS).

“Kami mendukung Kemendikbudristek RI untuk turut berkontribusi tingkatkan numerasi para pelajar melalui MEMO,” ujarnya.

Mentari Group diketahui merupakan penyedia layanan terpadu untuk pendidikan di Indonesia, mulai dari penyediaan bahan ajar, program pelatihan guru & pimpinan sekolah, hingga penyelenggara ujian bahasa Inggris standar internasional bekerja sama dengan Cambridge Assessment English yang berpusat di Inggris. Mentari Group telah berdiri setidaknya selama dua dekade ini.

Natalia mengatakan, PISA dan TIMSS merupakan uji kompetensi internasional yang menjadi acuan Kemendikbudristek dalam menjalankan AKM.

Perancangan soal MEMO turut mengacu pada dua uji kompetensi tersebut dengan fokus pada penalaran tingkat tinggi (HOTS).

Baca Juga: Berulah Lagi, Meghan Markle Marah dan Merasa Dilecehkan oleh Pangeran Charles

Kepala Bidang Matematika Mentari Teachers Academy sekaligus Kepala Perancang Soal MEMO, Endra Kriswanto mengatakan, soal-soal MEMO dibuat secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar.

Dengan demikian, pelajar terlatih untuk mengaplikasikan kemampuan matematika di kehidupan mereka.

“Dalam kompetisi ini, pelajar ditantang tidak mengandalkan hafalan rumus, tetapi mengasah pemikiran analitis dan pemecahan masalah. Selain itu, soal-soal pada MEMO menggunakan bahasa Inggris sehingga para pelajar juga dapat mengembangkan keterampilan mereka berbahasa Inggris,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek RI Sri Wahyuningsih, mengatakan, kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kemampuan numerasi bagi pelajar pada saat ini.

“Tentunya pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari pihak lain. Saya mewakili pemerintah sungguh mengapresiasi dan berterima kasih kepada Mentari Group yang sangat mendukung kami dengan mengadakan MEMO tahun ini. Kegiatan MEMO juga sejalan dengan kebijakan pemerintah,” ucapnya.

Menurut Sri, perlombaan merupakan salah satu langkah strategis agar pelajar dapat mengasah kemampuan dan memotivasi diri mereka.

Baca Juga: Koalisi Masyarakat Sipil: Penetapan KKB Papua Sebagai Teroris Keliru dan Tak Menyelesaikan Masalah

Terlebih di masa pandemi, perlombaan menjadi kegiatan positif yang dapat membantu pelajar mengalokasikan waktu luangnya dengan produktif dan bermanfaat.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *