Pendidikan Unggul: Mendisiplinkan dan Mendewasakan

OPINI

Oleh : AS Milah

Sebagai seorang pengawas madrasah, saya sering menerima beberapa pertanyaan dari beberapa orang tua siswa seputar pendidikan yang terutama menjelang tahun pelajaran baru.  Mungkin mereka menganggap saya sudah berpengalaman di dunia pendidikan saat ini karena sebelumnya saya seorang guru. Salah satu pertanyaan mereka seputar rujukan sekolah yang bagus bagi anak-anaknya.  Kira-kira harus ke sekolah mana mereka memasukkan anak-anak mereka agar mendapatkan pendidikan yang baik?

Sebelum saya menjawab pertanyaan para orang tua, terlebih dahulu saya menanyakan kepada mereka tentang tujuan mereka menyek olahkan anak-anaknya. Sebagian orang tua menjawab bahwa mereka ingin anak-anaknya sukses, berprestasi secara akademik, dan punya masa depan yang baik, misalnya anak-anak mereka dapat diterima di sekolah favorit atau diterima di perguruan tinggi ternama dan akhirnya cepat mendapat pekerjaan.  Menurut saya, kriteria sekolah yang bagus atau unggul seperti itu banyak sekali. Saya tinggal menunjukk an sekolahnya. Tetapi, yang menarik, bukan hanya itu, mereka menginginkan agar anak-anaknya kelak tidak terjerumus pada tindakan kriminal, pergaulan bebas, terlibat narkoba dan bentuk kenakalan remaja lainnya. Mereka tampaknya prihatin dan khawatir terhadap  pergaulan remaja saat ini. Intinya, mereka menginginkan anak-anaknya berakhlak baik bukan sekedar pintar.  

Rasanya tidak begitu sulit menyiapkan siswa pintar dan   berprestasi tetapi yang lebih sulit adalah menyiapkan siswa  disiplin dan berakhlak yang baik. Mereka bisa pandai dan berprestasi jika mereka belajar dengan baik, dibimbing oleh guru professional, system belajar yang bervariasi,dibantu dengan sarana yang memadai. Tetapi, jika ingin menyiapkan siswa menjadi manusia yang disiplin dan berakhlak mulia perlu upaya yang keras dan terus-menerus serta konsisten dari seluruh warga sekolah/madrasah melaui pembiasaan, pemodelan, dan penerapan kebijakan sekolah yang berpusat pada pembinaan akhlak.

 Untuk merepon keinginan dan harapan masyarakat dalam menyiapkan lulusan sekolah/madrasah yang disiplin dan berakhlak mulia, banyak pengelola pendidikan mendirikan sekolah/ madrasah alternatif.  Berdirinya lembaga pendidikan formal yang berciri khas, memadukan pendidikan agama dengan pembelajaran serta menerapkan sistem pembelajaran menjadi alternatif pendidikan saat ini, seperti  Sekolah Islam Terpadu (SD/SMP/SMA/SMK-IT), sekolah penuh hari (full day schools), sekolah berasrama (bording schools) di bawah pondok pesantren.

Kecenderungan masyarakat beralih dari sekolah biasa ke sekolah alternatif yang bermuatan keagamaan dan penanaman disiplin yang kuat tanpa melihat sekolah negeri atau swasta.  Ketiga bentuk sekolah tersebut di atas saat ini banyak diminati oleh masyarakat meskipun mereka harus membayar beberapa kali lipat dari biaya s ekolah regular pada umumnya. Kebanyakan sekolah yang menyediakan program unggulan dengan sistem pembelajaran yang berbeda pada umumnya menawarkan budget di atas pembiayaan sekolah biasa. Ternyata kunci utamanya adalah kepercayaan masyarakat atau orang tua siswa terhadap pola pendidikan yang m enanamkan nilai-nilai agamis, kemandirian dan disiplin.  

Berdasarkan fenomena di atas, pengelola pendidikan harus cerdas menangkap isyarat atau pesan yang muncul pada masyarakat terhadap pendidikan bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, untuk menciptakan pola pendidikan yang baik, seorang pengelola sekolah/madarsah perlu membuat  gambaran atau blue print sekolah model apa yang akan ditawarkan supaya banyak diminati masyarakat. Adapun komponen pendidikan yang harus diperhatikan oleh pengelola meliputi : (1) perumusan visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai, (2) muatan-muatan atau bahan ajar dan kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan penanaman kebiasaan baik, (3) Sumber daya manusia , (4) sarana dan sumber belajar  yang mendukung, (5) pem  biayaan, dan (6) pengendali mutu. Semuanya diarahkan pada pencapain tujuan pendidikan.

Pertama, merumuskan visi, misi danĀ  tujuan yang jelas

 Visi, misi dan tujuan sekolah akan mengarahkan seluruh aspek pendidikan untuk mencapai tujuan  yang sama. Visi adalah gambaran dan arahan  ke depan sebuah slembaga yang diimplementasi melalui misi dan rencana strttegis. Visi dan misi diarahkan untuk mencapai tujuan lembaga.

Kedua, Mengemas bahan, sumber dan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa

Merancang bahah belajar dan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi fisiologis, psikologis, sosiologis peserta didik. Pembelajaran tidak terbatas di ruang kelas dan dari buku paket yang tersedia, tetapi memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tertulis maupun tidak tertulis. Peserta didik dapat meilih kegiatan pembelajaran

Ketiga, Sumber daya manusia .

Yang dimasksud sumber daya manusia di sini adalah  tenada pendidik dan tenaga kependidikan termasuk pengelola pendidikan. Kepala sekolah yang baik adalah yang dapat mengarahkan  guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk bertanggunggung jawab dan komitmen pada mutu. Sumber daya manusia dipersiapkan mulain dari rekrutmen yang selsktif dilihat dari latar belakang , kepribadiaan, komitmen dan jiwa pendidik.

Keempat. Sarana yang tepat dan sesuai

Untuk membuat Sekolah yang bagus  perlu dipikirkan sarana yang akan menghantarkan siswa untuk  yang kondusif untuk belajar. Sarabna tidak perlu lengkap dan mahal tetapi tepat dan dapat digunakan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Kelima, pembiayaan yang terjangkau

Untuk membuat sekolah terlebih dahulu tentukan sasaran pengguna (user). Meski ini seperti ada pembatasan, tetapi kita perlu mengakomodie siapa mayoritas sasaran pengguna dengan program yang ditawarkan. Jika sasaran pengguna adalah dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, maka pembiayaan tidak terlalu tinggi. Jka sasaran pengguna itu dari kalangan menengah ke atas maka biaya boleh ditinggikan sesuai program yang ditawarkan. Tetapi jika sasarannya untuk Kalanga ekonomi pada umumnya maka pembiayaan dapat dijangkau untuk semua pengguna. Bisa juga dengan menerapkan system subsidi silang bagi kalangan menengah ke bawah tapi berprestasi baik secara akademik mapun secara non akademik.

Keenam, Pengendalian mutu

Sekolah yang bagus senantiasa melakukanevaluasi dan perbaikan ke depan. Evaluasi tersebut dibutuhkan untuk melihat progress dan sasaran yang direncanakan. Evaluasi,dan pengawasan diperlukan sebagai pengendali mutu sekolah/madrasah, oleh karena itu dilakukan cara komprehensif, berkala dan kontinyu. Sekolah yang baik itu dapat belajar dari kekurangan dan kegagalan yang dialaminya.

Kesimpulan

Indikator sekolah bagus pada umumnya dapat dilihat dari animo masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Sekolah berlomba untuk menawarkan program sekolahnya kepada masyarakat agar mereka tertarik memasukan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Namun , Kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas menginginkan anak-anaknya mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah secara ekonomi  mahal tetapi menanamkan kedisiplinan dan akhlak mulia.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *