Juni 16, 2021
Kreativitas Produk Pendidikan?

Kreativitas Produk Pendidikan?

Oleh : Pryadita Anis Wari

Beberapa minggu yang lalu, seoranng dosen yang mengajar matakuliah “Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini” memaparkan bahwa salah satu tujuan dan produk dari pendidikan yaitu kreativitas. Dalam Wikipedia merupakan proses mental yang memberikan pengaruh timbulnya gagasan atau konsep baru, sehingga mendorong seseorang untuk menciptakan hal-hal baru. Dalam Fisipol UGM kreativitas menurut Hadiyati yaitu inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadp suatu tugas yang bersifat lebih heuristic yaitu sesutau yang merupakan petunjuk atau pedoman yang lengkap dan berguna dalam menuntun kita dalam mempelajari, mengerti, serta menemukan hal-hal yang  baru. Jadi kreativitas bisa kita artikan sebagai proses mental yang bekerja dengan cara mengombinasikan berbagai gagasan untuk menghasilkan gagasan atau produk baru.

Setelah mengetahui bahwa kreativitas merupakan suatu produk dari pendidikan dan secara tidak langsung wajib dimiliki oleh siapapun yang memperoleh pendidikan, sepertinya kita harus benar-benar introspeksi diri. Kenapa ? Bukannya kita udah berusaha jadi peserta didik yang baik? yang selalu mengikuti kelas dengan baik dan mengerjakan semua tugas-tugas yang diberikan. Iya, itu smua merupakan karakteristik peserta didik yang baik. dan harus dipertahankan. Tapi, kita tidak mau dong waktu yang kita habiskan untuk mendengarkan temen-temen serta dosen untuk presentasi dan rela begadang semalaman untuk mengerjakan tugas sia-sia tanpa makna. Iya kan ? Apa gunanya menghabiskan banyak biaya dan tenaga kalo tujuannya hanya nilai tinggi. Karena, ketika kita udah lulus dan menjalani kehidupan yang sebenarnya, tetap saja yang diharapkan dari kita adalah bisa memberikan perubahan yang semakin memudahkan. Sementara, salah satu cara untuk bisa melakukan hal itu, kita harus memiliki daya kreativitas.

Kreativitas tidak bisa pisahkan dari kehidupan orang-orang yang ingin berkembang. Karena, dalam hal mendasarpun peran kraetivitas sangat dibutuhkan. Mislanya, dalam mengambil keputusan. Dalam jurnal Heri Rohayuningsih (2015) pengambilan keputusan berarti suatu kemampuan atau upaya dalam memilih alternatif atau solusi yang paling tepat. Kreativitas dibutuhkan agar bisa memiliki sudut pandang yang benar terhadap suatu alternatif. Sehingga, tidak mudah terjebak terhadap sudut pandang yang belum tentu benar yang bisa jadi membuat kita enggan dan takut dalam menentukan pilihan. Sementara, bila mengunginkan kehidupan yang terus berkembang, bukankah kita dituntut agar selalu berani dalam mengammbil keputusan ?

Di samping mengambil keputusan, kreativitas juga dibutuhkan dalam penyelasaian masalah. Dalam jurnal Meika dan Sujana (2017), menurut Polya (Hudojo, 1979) pemecahan masalah merupakan suatu upaya untuk menemukan jalan keluar dalam menghadapi kesulitan sehingga bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Saya percaya, kalo sebagian besar diantara kita pasti tau dalam mencari solusi kita memerlukan kreativitas. Iya, karena dengan kreativitas kita tidak terpaku hanya pada satu solusi saja dan memiliki solusi yang lain ketika jalan keluar sebelumnya tidak bisa membantu dalam menyelesaikan permalasahan. Begitu juga ketika kita menjalani peran sebagai peserta didik. Tidak hanya peserta didik sebenarnya. Misalnya, ketika akan suatu tempat yang belum pernah dikunnjungi sama sekali, orang-orang yang kurang kreatif biasanya aka lebih riuh mencari teman untuk kesana. Bila ia tidak mendapati seseorang yang bisa menemaninya, dia akan lebih memilih tidak jadi pergi. Akan tetapi beda halnya dengan orang yang kreatif. Bagi orang yang kreatif, ketika ia tidak menemukan seseorang yang bisa menemaninya, maka ia akan mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk kesana, mulai dari membaca tentang tempat yang akan ia datangi. Selain itu, ia juga menyiasati beberapa hal yang perlu untuk disiasati. Sehingga, kreativitas mengantarkan seseorang mudah mendapatkan pengalaman dan menjadikan seseorang mudah berkembang. Tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mewujudkan ide kreatif tersebut disebut sebagai proses kreatif.

Kreativitas memerlukan adanya proses kreatif agar bisa menjadi hal-hal yang berguna. Karena, kreativitas hanya baru berupa ide. Sedangkan proses kreatif adalah tindaka-tindakan yang merealisasikan ide tersebut. Nah, kreativas itu bener-bener penting ya. Jadi, sebenarnya kita kita semua punya potensi kreativitas masing-masing. Hanya saja, tidak semua kita dibesarkan dengan pola asuh dan tumbuh di lingkungan yang bisa mendukung berkembangnya kreativitas yang kita miliki. Namun, kalau kita mau, masih ada waktu untuk mengembangkan kreativitas. Berdasarkan yang dilansir dalam Alchemy ada beberapa cara untuk mengembangkan kreativitas yaitu berani mencoba hal-hal baru, berani mangmbil resiko, selalu segera dalam menyelesaikan pekerjaan, memiliki kebiasaan dan citra diri yang baik, terbuka terhadap sudut pandang oranglain.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dalam membantu pembaca untuk memahami pentingnya kreativitas serta cara mengembangkannya. Karena, kreativitas tidak hanya milik satu dua orang atau tertentu. Nah, supaya pendidikan yang kita dapatkan lebih bermakna, yuk lebih serius lagi dalam mengembangkan kreativitas kita.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *