Upayakan Santunan Tepat Sasaran, IPB Buat Kartu Identitas Anak Yatim

Jawa Barat Kampus

BOGOR: IPB University membuat Kartu Identitas Anak Yatim sebagai upaya membuat proses santunan tepat sasaran. Kartu identitas ini dilengkapi nomor ID, foto anak yatim bersangkutan, nama desa dan Quick Response (QR) code.

“Kita tak boleh mengkomodifikasi anak-anak yatim, dengan mengundang artis berbiaya mahal, tapi justru tak tepat sasaran dalam menyantuni anak yatim dan dhuafa. Amanah donatur harus presisi dan akurat tersampaikan ke tangan yang berhak,” kata Ketua Panitia Santunan Anak Yatim IPB University Sofyan Sjaf, mengutip siaran pers IPb, Kamis, 20 Mei 2021.

Selain mengedepankan akurasi dalam pemberian santunan, Sofyan juga berusaha agar tidak lagi dilakukan mobilisasi anak yatim ke kampus IPB sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan aplikasi ini, para donatur bisa melihat wajah anak-anak yang mereka bantu dan melihat bukti berupa foto bahwa anak tersebut telah menerima santunan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad

“Kita buat seolah-olah donatur juga ikut menyampaikan secara langsung dan menyaksikan kebahagiaan di wajah anak yatim ketika menerima santunan ini,” ujarnya.

Dengan pemberian secara tatap muka, kata dia, data yang telah diberikan oleh desa dapat diverifikasi lebih presisi. Sebab, ketika foto penyerahan santunan diunggah ke aplikasi, koordinat GPS ikut terekam.

“Sehingga lokasi rumah anak yatim ini dapat diketahui dan berguna untuk monitoring atau ketika melaksanakan aksi humanis presisi berikutnya,” jelas salah satu petugas distribusi santunan, Rizki.

Kepala LPPM IPB University, Ernan Rustiadi menyambut baik ide tersebut. Menurut dia, pola ini bisa membuat pendistribusian santunan anak yatim lebih tepat sasaran. Tahun ini, kata dia, IPB melakukan santunan ke 17 desa/kelurahan lingkar kampus, mendatangi satu per satu rumah rumah anak yatim berbasis aplikasi.

Hal ini, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya mobilisasi dan kerumunan warga di masa pandemi. Kemudian, memastikan santunan yang diberikan dari para donatur diterima secara langsung anak yatim bersangkutan, sesuai nama, dan alamat, yang dibuktikan dengan foto anak yatim menerima santunan.

“Pendekatan baru ini jadi momentum bagi IPB University untuk bisa berkunjung dan bersilaturahmi kepada warga-warga di lingkar kampus. Dan terakhir, pendekatan baru santunan anak yatim berbasis aplikasi ini, adalah bentuk pengembangan dari Data Desa Presisi yang telah dilakukan pada tahun 2020,” ujar Ernan.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *