Kasus Siswi MS Cerminan Gagalnya Literasi Digital di Kurikulum Pendidikan

Bengkulu

JAKARTA: Siswi SMA di Bengkulu berinisial MS dikeluarkan dari sekolahnya, setelah konten videonya yang menghina Palestina viral di TikTok. Hal ini menjadi bukti jika literasi digital masih gagal di dunia pendidikan.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan (P2G) Satriwan Salim menyebut siswa harus dibentuk untuk bijak menggunakan media sosial jenis apapun. Sudah semestinya literasi digital melekat atau inherent dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

“Literasi digital ini harusnya ada di dalam sekolah. Bahkan dalam konteks kurikulum ini sudah inherent dalam kurikulum semestinya,” Satriwan kepada Medcom.id, Jumat 21 Mei 2021.

Selain menjadi tanggung jawab sekolah, pemberian literasi digital juga menjadi tugas orang tua di rumah. Dengan begitu apa yang menimpa MS bukanlah kesalahan siswi tersebut secara pribadi.

“Jadi saya tidak bisa menyalahkan anak ini 100 persen, karena ada tanggung jawab sekolah dan ada tanggung jawab keluarga dalam memberikan pendidikan,” tegas Satriwan.

Kini MS telah dikeluarkan dari sekolahnya. MS diminta mencari sekolah baru untuk melanjutkan studinya.

Sebelumnya, MS mengunggah konten video di TikTok yang berdurasi delapan detik. Video MS yang menyebut Palestina dengan kalimat tak pantas itu telah dihapus dan MS pun telah meminta maaf. Pernyataan MS dalam video tersebut banyak menjadi sorotan sekaligus mendapat kecaman dari warganet.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *