Menurunnya Pendapatan Perekonomian di Masa Pandemi Akan Berdampak kepada Biaya Pendidikan

OPINI

Oleh : Sintia Nurfajriati

Berdasarkan data BPS atau Badan Pusat Statistik 2020 lalu, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) mencapai 7,07 persen dari 138,22 juta angkatan kerja. Artinya terdapat 9,77 juta penduduk pengangguran terbuka. Walaupun terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak 0,24 persen poin menjadi 67,77 persen, terjadi penurunan pada jumlah penduduk yang bekerja. Berdasarkan klasifikasi tempat tinggal terdapat 8,98 persen pengangguran dari jumlah tersebut. Sedangkan untuk daerah perdesaan terdapat 4,71 persen penduduk.

Dari data diatas sudah terlihat jelas bahwa adanya virus covid 19 di Indonesia ini menyebabkan turunnya perekonomian terutama di dalam usaha usaha mikro, PT, dan lain sebagainya. Seperti hal nya yang terjadi pada PT. panarub industry yang mem PHK banyak karyawan, ada banyak para pekerja manula dan pekerja kontrak. Terlebih para pekerja manula yang sangat menjadi kepala keluarga yang harus bertanggung jawab atas perekonomian keluarganya dari segi sandang, pangan, papan, maupun pendidikan anak-anaknya. Dalam hal ini mengapa penurunan pendapan para orang tua berdapak sekali terhadap pendidikan anaknya.

Dari awal pandemic tahun 2020 lalu, banyak masyarakat yang di berhentikan paksa karena penurunan pendapatan dari tempat mereka bekerja dan pasti banyak barang yang tidak terjual seperti sebelum adanya pandemic. Dampaknya pengangguran di Indonesia akan bertambah lalu akan mengakibatkan banyak orang tua yang di PHK akan merasa bingung untuk melanjutkan biaya pendidikan anaknya di tambah lagi banyak sekolah yang tidak melakukan keringanan biaya kepada siswanya, akibatnya banyak anak yang terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya, lantaran biaya yang cukup besar tetapi orang tua mereka tidak dapat membayar biaya yang di tanggungkan kepada setiap wali murid anak tersebut. Padahal pendidikan itu sangat di butuhkan pada masa kini, terutama pada pendidikan sikap yang akan diterapkan oleh semua orang di masa yang akan datang.

Dapat disimpulkan bahwa benar adanya pengaruh dari pandemic ini sangat memperkeruh perekonomian Indonesia terutama untuk para keluarga menengah kebawah yang hanya mengandalkan gaji dari pekerjaannya. Mungkin adanya pandemic ini pun ada hikmahnya terutama untuk keluarga yang jangan sekali untuk hanya sekedar berkumpul keluraga, tetapi banyak juga dampak negatifnya. Terutama banyak para siswa yang lulus sekolah menengah atas (SMA) yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan minimnya pendapatan orang tua akan mengakibatkan siswa tidak bisa pendidikannya dan minim nya lowongan pekerjaan mengakibatkan mereka pun susah untuk mendapatkan pekerjaan dan hasilnya mereka hanya menjadi pengangguran.

Dengan adanya permasalahan ini, semoga pemerintah akan lebih memperhatikan rakyat kecil yang memang kurangnya biaya untuk menghidupi keluarganya terutama dalam ranah pangan dan juga pendidikan yang pada saat ini sangat di butuhkan oleh anak pada zaman milenial seperti ini. Karena dengan kurangnya pendidikan yang mereka dapat makan bisa membuat sikap dan perilaku mereka menjadi kurang baik. Dan semoga kedepannya pandemic ini cepat berlalu agar semua masyarakat dapat menjalankan aktifitas mereka seperti sebelum adanya pandemic ini.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *