Jelang Penerimaan Siswa Baru, SMA Negeri 1 Padang Bentuk Panitia Seleksi PPDB

Sulawesi Barat

PADANG, – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar berencana memulai pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online pada 21 Juni mendatang. Hanya saja, 3 (tiga) Minggu menjelang pelaksanaannya, pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis (Juknis).

Kepala SMA Negeri 1 Kota Padang, Nukman mengatakan, meskipun belum mendapatkan juknis dari Dinas Pendidikan Sumbar tetapi pihaknya telah memulai sejumlah persiapan.

Seperti, membentuk panitia seleksi untuk PPDB tahun 2021, menyediakan sarana, serta fasilitas seperti komputer dan memastikan ketersediaan jaringan internet.

“Juknisnya belum keluar dari Disdik, tapi persiapan mulai kita lakukan,” katanya, Selasa, (1/6/2021).

Menurut Nukman, SMAN 1 Kota Padang pada tahun ini akan menerima sebanyak 345 siswa baru. Nantinya, persyaratan untuk mendaftar ke SMAN 1 Padang yakni siswa wajib terdaftar pada database di SMP-nya terdahulu.

“Persentase zonasi di SMAN 1 Padang yakni 50 persen, sedangkan jalur prestasi atau berdasarkan nilai rapor yakni 30 persen, jalur afirmasi atau bagi anak didik yang kurang mampu adalah 15 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua dan anak guru sebanyak 5 persen,” kata Nukman.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan pembuatan aplikasi pendaftaran PPDB Online tahun 2021.

Saat ini, Diskominfo Sumbar hanya menunggu persetujuan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk dapat menggunakan aplikasi PPDB Online tersebut pada tahun ajaran ini.

“Alhamdullilah kalau aplikasi sudah 100 persen, tinggal menunggu keputusan dari BSSN saja,” kata Jasman.

Jasman menyampaikan, proses pendaftaran PPDB tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab Diskominfo Provinsi Sumatera Barat langsung diberi kewenangan untuk menyediakan aplikasi pendaftaran PPDB.

Menurut Jasman, guna mengantisipasi kesalahan seperti tahun lalu, maka pada tahun ini kapasitas yang disediakan untuk entri data mencapai 150 ribu orang, sedangkan peserta PPDB online hanya diperkirakan sebanyak 100 ribu orang. Hal ini dilakukan, agar saat entri data siswa masih banyak ruang dan tidak memberatkan server sehingga mudah diakses.

“Kita harapkan dengan upaya ini sistem tidak lagi sering eror seperti tahun lalu,” katanya.

Sumber : harianhaluan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *