Jelang Sekolah Tatap Muka Juli 2021, KPAI Minta Pemda Buka Data Kasus COVID-19

Program Pendidikan

JAKARTA – Menjelang PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas di bulan Juli 2021 mendatang, KPAI meminta Pemerintah Daerah untuk jujur dengan data COVID-19 di daerah masing-masing. Hal ini dikarenakan kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas paling utama dalam penyelenggaraan PTM.

Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan SKB 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri dalam Negeri pada Maret 2021 lalu. Dan pada 2 Juni 2021 kemarin, Kemendikbudristek bersama dengan Kemenkes dan Kemenag juga telah meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Untuk PAUDDIKDASMEN untuk masa pandemi 2021.

Dalam rilis yang diterima detikEdu, KPAI sendiri telah melakukan pengawasan sekolah tatap muka sejak 2020 hingga 2021. Hasilnya, diketahui kesiapan sekolah tatap muka mencapai 79,54% dan sekolah yang belum siap hanya 20,46%.

Untuk itu KPAI merekomendasikan beberapa hal pada Pemda, yakni sebagai berikut

1. KPAI mendorong Pemuda untuk jujur terhadap data kasus COVID-19 di wilayah setempat karena guru yang sudah divaksin pun tidaklah cukup sebagai pertimbangan membuka PTM.

2. KPAI dorong Pemda libatkan ahli penyakit menular dan IDAI sebelum memutuskan PTM Juli 2021 nanti.

3. KPAI dorong alokasi APBN dan APBD untuk PTM dan keberlangsungan pembelajaran selama pandemi.

4. KPAI dorong 5 SIAP sebagai dasar PTM, yaitu Siap daerahnya, Siap sekolahnya, Siap gurunya, Siap orang tuanya dan Siap anaknya. Jika salah satunya tidak siap, maka sebaiknya ditunda.

5. KPAI dorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota melakukan nota kesepahaman terkait pendamping sekolah dalam PTM. Sekolah juga perlu mendapat arahan dalam menyusun protokol kesehatan dan akses darurat fasilitas kesehatan.

6. KPAI dorong Pemda membuka sekolah tatap muka secara bertahap di setiap jenjang pendidikan. Untuk PAUD dan kelas 1-3, sekolah juga harus memperhatikan kesiapan siswa.

7. KPAI mendorong edukasi pada seluruh pihak terkait, baik tenaga pendidikan maupun orang tua agar sadar protokol kesehatan.

8. KPAI mendukung Pemda membuka PTM di wilayah-wilayah pelosok yang kasus punya COVID-19 nol atau positivity rate di bawah 5 persen, namun dengan jumlah siswa masuk hanya 50 persen.

9. KPAI dorong kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terus diperbaiki mengingat kualitas pendidikan menurun dan agar semua siswa terlayani.

10. KPAI dorong agar PTM mengutamakan materi dan praktik yang sulit dilakukan secara daring.

11. KPAI dorong agar guru Bimbingan dan Konseling (BK) diberdayakan untuk melayani siswa yang mengalami tekanan psikologis selama pandemi.

12. KPAI dorong peningkatan pengawasan PTM dengan mengoptimalkan fungsi Pengawas Sekolah dan Komite Sekolah.

13. KPAI dorong partisipasi anak dalam pengambilan keputusan terkait anak, khususnya dalam hal PTM.

Menutup rekomendasi-rekomendasi terkait PTM Juli 2021 di atas, Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengaku pihaknya akan segera menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim hingga Menteri Agama Yaqut cholil qoumas

“KPAI akan segera bersurat kepada Mendikbudristek, Menteri Agama dan seluruh kepala-kepala daerah untuk menyampaikan 14 rekomendasi tersebut,” tutup dia.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *