2.000 Guru Belum Divaksin COVID, Sekolah di Cilegon Belum Dibuka

GURU

CILEGON – Wali Kota (Walkot) Cilegon, Helldy Agustian, tak akan memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) sebelum semua guru divaksinasi COVID-19. Ada sekitar 2.000 guru di Kota Cilegon yang belum disuntik vaksin COVID-19.

Pemerintah Kota Cilegon masih mengupayakan ketersediaan vaksin untuk para guru. Helldy mengatakan pihaknya sudah meminta vaksin ke Pemerintah Provinsi Banten untuk merampungkan vaksinasi guru.

“Nanti dulu, masih ada guru yang belum divaksin, kurang lebih 2.000. Kita lagi minta vaksin dari pemerintah provinsi, kan provinsi belum ngasih,” kata Helldy, Senin (14/6/2021).

Pembelajaran tatap muka (PTM) bakal digelar tahun ini, tetapi menunggu vaksinasi terhadap guru selesai. Proses vaksinasi terhadap guru hingga saat ini masih berjalan.

“Insyaallah (pembelajaran tatap muka dilaksanakan), makanya bertahap, vaksin dulu kita kejar nih, baru (PTM dibuka),” ujarnya.

Dia menargetkan pada Juli nanti vaksinasi COVID-19 terhadap guru mesti selesai. Setelah itu, proses belajar tatap muka boleh dibuka dengan mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat.

“Harus selesai, makanya kita minta prioritas vaksinasi guru,” tuturnya.

Arahan Jokowi Sebelum Sekolah Tatap Muka Digelar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait rencana dimulainya kembali sekolah tatap muka terbatas pada Juli mendatang. Arahan disampaikan melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Diketahui, pemerintah berencana memulai sekolah tatap muka tepat pada 1 Juli 2021. Dimulainya pembelajaran ini dengan syarat para guru dan tenaga pendidik disuntik vaksin COVID-19.

Berikut arahannya:

Sekolah Dihadiri 25 Persen Siswa

Melalui Menkes Budi Gunadi Sadikin, Jokowi meminta rencana sekolah tatap muka hanya dihadiri 25 persen dari total siswa. Sekolah juga hanya dilakukan dua hari seminggu, dengan masing-masing berlangsung maksimal 2 jam.

“Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/).

Izin Sekolah di Tangan Orang Tua

Sementara itu, Jokowi juga mengarahkan agar penyelenggaraan sekolah tatap muka terbatas harus dengan izin dari orang tua.

Jokowi Minta Guru Divaksinasi

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta para guru menjalani vaksinasi sebelum sekolah tatap muka terbatas digelar. Ia pun meminta bantuan dari kepala daerah terkait instruksi tersebut.

“Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim ke kepala daerah prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas yang tadi kami sampaikan dilaksanakan,” kata Budi.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *