Sekolah (Swasta) Bukan Bengkel

OPINI

Oleh : Evaristus Astarka

Banyak alasan orang tua memilih menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta.  Anak-anak mereka menjadi harapan orang tua maka diberikan kesempatan untuk bersekolah di tempat yang terbaik. Inilah yang menjadi titik utama bagi sekolah swasta sebagai daya jual sekolah swasta agar orang tua dan siswa tertarik menyekolahkan di sekolah swasta.

Dengan demikian, sekolah swasta melalui tim pengajar dan stafnya selalu berpikir keras untuk mencari pasaran di masyarakat.  Masyarakat tertarik dengan sekolah swasta walaupun biaya sekolah swasta sedikit lebih mahal.

Masyarakat sekarang semakin cerdas, bukan biaya sekolah yang menjadi kendala, tetapi besar keinginan anaknya menjadi anak yang mampu bersosialisasi dengan masyarakat secara benar dan sehat. Oleh sebab itu masyarakat selalu mengincar sekolah swasta yang mampu memenuhi keinginan mereka demi kebaikan anak-anaknya.

Sekolah swasta mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi

Masyarakat sudah memahami bahwa salah satu kehebatan sekolah swasta adalah tingkat kedisiplinan yang tinggi. Dimulai cara berpakaian, masuk sekolah tepat waktu/tidak terlambat.  Menata cara berkomunikasi atau berbicara yang baik, mempunyai sopan santun terhadap sesama yang baik, serta bertingkah laku sesuai keinginan masyarakat.

Sekolah swasta mempunyai tingkat pelayanan yang baik

Pelayanan yang baik terhadap peserta didik dan orang tua sangat diharapkan oleh masyarakat, dengan tingkat pelayanan yang baik, mereka merasa nyaman, dihargai, dan dimanusiakan.

Mempunyai dasar agama yang kuat

Banyak orang tua menginginkan anak-anaknya mempunyai pemahaman agama yang benar dan kuat sehingga anak-anaknya akan mempunyai prinsip hidup sesuai dengan ajaran agama yang benar, tidak mudah terbawa arus di masyarakat yang heterogin.

Membentuk lulusan yang dapat membanggakan sekolah

Para pendidik di sekolah swasta selalu mengamati dengan teliti potensi peserta didiknya dalam kemampuan mata pelajaran dan keterampilan, sehingga akan menjadi target para pendidik untuk dikembangkan dan diolah sehingga mampu membawa nama baik sekolah dan akhirnya sekolah akan menjadi lebih terkenal dan semakin diminati masyarakat.

Namun kesadaran orang tua juga sangat dibutuhkan bahwa lulusan dari hasil pembelajaran pendidik di sekolah swasta butuh motivasi dari semua pihak, tidak asal menyerahkan anaknya ke sekolah kemudian dibentuk seperti yang mereka harapkan. Sekolah swasta bukan bengkel yang artinya hanya dengan menyerahkan sesuatu agar dibentuk sesuai dengan yang diinginkan dan akan puas jika sesuai tetapi akan mengeluh jika tidak sesuai.

Kadang biaya akan menjadi masalah jika melihat sesuatu yang diserahkan dan hasil akhirnya tidak sesuai. Bengkel menerima benda mati yang akan dibentuk tanpa ada reaksi dari benda tersebut, tetapi sekolah swasta menerima peserta didik berupa benda hidup yang dapat merasakan, berpikir, berpendapat, mempunyai ego, dan harapan sendiri.

Seseorang datang ke bengkel menyerahan sepeda motornya agar diservice menjadi sepeda motor yang lajunya cepat, tidak ada getaran yang mengganggu, dan bersuara halus. Bengkel berusaha menservice sepeda motor tersebut sehingga terbentuk apa yang menjadi keinginan pemiliknya tanpa ada campur tangan pemiliknya. Dengan menyerahkan uang atau ongkos service dan tidak mau tahu, yang penting hasil sesuai dengan harapan pemilik. Jika tidak sesuai dengan harapan pemilik, maka salah satu persoalan adalah mempermasalahkan biaya yang diberikan.

Kesadaraan ini yang perlu dipahami oleh semua orang tua peserta didik, sehingga dalam pengelolaan dalam dunia pendidikan butuh campur tangan orang tua peserta didik yang bertujuan membantu kelancaran untuk menghasilkan lulusan peserta didik yang baik.

Semoga orang tua peserta didik mempunyai cara pandang dan pemahaman tentang sekolah swasta bukan seperti memahami sebuah bengkel. Kita pasti bisa.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *