Implementasi Pembelajaran Pada Teori kognitif Humanistic

OPINI

Oleh : qorinul hoiri

Belajar menurut teori kognitif adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang selalu berbentuk tingkah laku yang bukan hanya dapat diamati dan diukur. Pembelajaran menurut teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain.

Berikut ini beberapa pemikiran penataan isi bidang studi atau materi pelajaran sebagai strategi pengorganisasian isi pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif:

1) Hirarki belajar

2) Analisis tugas

3) Subsumptive sequence

4) Kurikulum spiral

5) Teori skema

6) Webteaching

7) Teori elaborasi

Menurut teori belajar humanistic tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia, yang mana proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambatlaun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Jika teori tersebut telah diimplementasikan, maka siswa diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajarnya. Prestasi belajar merupakan buah dari proses belajar. Maka, dengan meningkatnya prestasi belajar sebuah proses belajar dapat dikatakan berhasil yang kemudian disertai dengan perubahan dalam diri siswa

            Dalam pembelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif, kita dapat membangun atau membimbing siswa dalam melatih kemampuan mengoptimalkan proses pemahaman terhadap suatu objek secara akal atau rasional. Sehingga, lulusan pendidikan atau pembelajaran akan kaya intelektual, tetapi pembelajaran harus diimbangi dengan pendidikan moral atau afeksi.

      Berdasarkan hal tersebut di atas pendidikan diharapkan mampu menjadikan anak didik sebagai pelaku pendidikan sehingga mampu membentuk pribadi yang unggul, pribadi utuh dan pribadi yang memiliki ketangguhan dan kesiapan dalam menghadapi era persaingan global dan nilai-nilai daya saing yang tinggi dan kritis terhadap berbagai permasalahan.

Belajar juga merupakan transisi perilaku menuju perilaku yang baik, transisi ini terjadi melalui latihan atau pengalaman. Perubahan perilaku harus relatif stabil, yang merupakan akhir dari jangka waktu yang lama. Perilaku berubah karena belajar melibatkan semua aspek kepribadian, termasuk fisik dan psikologis, seperti perubahan pemahaman, pemecahan masalah/berpikir, keterampilan, keterampilan, atau sikap.

Dengan terwujudnya cita-cita pendidikan tersebut di atas, diharapkan siswa dapat meningkatkan prestasi akademiknya, yang dapat dijadikan sebagai tanda keberhasilan proses pembelajaran di dunia pendidikan. Seperti disebutkan di atas, ada banyak faktor untuk meningkatkan kinerja akademik, dan diperlukan kerjasama antara pihak-pihak terkait.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *