Ratusan Anak DKI Kena Corona, PDIP Minta Sekolah Tatap Muka Dipikir Ulang

DKI Jakarta

JAKARTA – Ratusan anak di DKI Jakarta terpapar virus Corona (Covid-19). Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP, Ima Mahdiah meminta agar Pemprov mempertimbangkan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru Juli mendatang.

“Kalau kejadian masih seperti sekarang (kenaikan angka Covid) sekolah tatap muka harus dipikir ulang lagi. Apalagi sekarang yang terpapar banyak anak kecil. Jika tatap muka tapi masuk dalam zona hijau harus sesuai kesepakatan dengan orang tua juga,” kata Ima kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Ima mengatakan ratusan anak di DKI Jakarta tertular Corona karena klaster keluarga. Selain itu, anak-anak, menurut Ima tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat bermain.

“Kalau menurut saya, karena sekarang klasternya sudah masuk ke level paling mikro, kluster keluarga. Karena keterbatasan orang tua, maka sebagian anak-anak itu tidak bisa terus ditahan untuk tidak keluar rumah. Mereka bermain di luar tanpa prokes yang ketat. Ini menjadi dilema juga sebetulnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Ima menyarankan sosialisasi protokol kesehatan digencarkan kepada anak-anak. Sehingga anak-anak menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

“Saran saya, sosialisasi prokes dimasifkan kepada anak-anak, sehingga mereka menjadi aware terhadap fungsi 3M,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani mengatakan banyaknya anak terpapar virus Corona dipengaruhi oleh lingkungan. Dia menilai anak rentan terpapar jika aktivitas bermain tidak dibatasi.

“Bisa dibilang paparan ini bukan karena persoalan sekolah tatap muka, intinya dimana dan kapan saja anak-anak bisa terpapar, bisa jadi terpapar karena faktor orang tua, kerabat atau siapapun yang ada di sekitar tempat tinggal,” kata Rani saat dihubungi terpisah.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu menyoroti anak yang bermain tanpa menerapkan protokol kesehatan. Dia meminta agar orang tua memantau anaknya.

“Banyak anak-anak yang mungkin orang tua larang ikut sekolah tatap muka tapi aktivitas di luar itu nya juga tidak dibatasi, misal enggak sekolah tapi tetap bisa main di luar rumah tanpa dibatasi atau dipantau. Misal masih bisa main layangan di lapangan, masih lari-larian dengan teman-temannya di lingkungan seputar rumah tanpa prokes yang ketat. Atau mungkin juga terpapar karena ada orang dewasa di rumah tinggalnya yang menularkan,” kata dia.

Selain itu, situasi pandemi Corona, kata Rani membuat anak menurun kesehatannya. Sehingga rentan terpapar Covid-19.

“Ya pastinya akhirnya anak-anak pun imunnya drop lah, setahun lebih kehidupan sosial mereka dibatasi. Padahal kan syarat satu-satunya dalam perlawanan Covid adalah imun dan imun sangat berpengaruh pada hati yang bahagia, senang,” kata dia.

Ratusan Anak di DKI Positif Corona

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengungkapkan banyak anak di Jakarta terpapar Corona (COVID-19). Total, ada 224 balita usia 0-5 tahun positif Corona.

Adapun rincian tren kasus positif dalam data kasus Corona Minggu (21/6) sebagai berikut:

– Anak usia 6-18 tahun 655 kasus positif Corona

– Anak usia 0-5 tahun 224 kasus positif Corona

– Usia 19-59 tahun ada 4.261 kasus positif Corona

– Usia 60 tahun ke atas 442 kasus positif Corona

“Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari ke luar rumah membawa anak-anak,” kata Dwi dalam siaran pers, seperti dilihat pada Senin (21/6/).

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *