Penting Sedini Mungkin Sekolah Siapkan PTM Terbatas, Kemendikbudristek: Izin Orangtua yang Menentukan

Kemdikbud PTM

Hampir setahun lebih pandemi Covid-19 telah melanda dunia begitu juga Indonesia.

Hal itu mengakibatkan sejumlah aktivitas yang pada umumnya berjalan normal seperti sistem pembelajaran tatap muka, kini harus secara daring atau online.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas pada bulan Juli mendatang.

Namun, kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini banyak pihak yang meminta pemerintah kembali menundah PTM secara terbatas tersebut.

Di sisi lain, Direktur SD Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih mengatakan pemerintah telah memberikan opsi bagi sekolah untuk menggelar PTM Terbatas.

Opsi ini diberikan bagi daerah zona hijau, kuning, dan oranye. Sementara zona merah tidak diperbolehkan menggelar PTM Terbatas.

Di tengah lonjakan Covid-19 yang terjadi di Tanah Air saat ini, sekolah harus mempersiapkan dengan sangat matang melalui komunikasi dan koordinasi bersama elemen terkait.

Baca Juga: BEM UI Minta Jokowi Stop Membual, Bambang Widjojanto: Mantul Bingits

Menurutnya, sekolah juga harus ‘duduk bareng’ dengan orangtua murid karena merekalah yang juga akan menentukan izin anaknya untuk PTM Terbatas atau tetap memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sekolah harus duduk bersama, mensosialisasikan terhadap persiapan kepada orang tua, bekerjasama komite sekolah, sehingga orang tua pun dipahamkan betul kenapa PTM harus dilakukan, karena kita masih mengacu SKB 4 Menteri,” katanya pada tayangan Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Kamis. 

Ia juga menyebut, sekolah harus mempersiapkan sedini mungkin mulai dari memenuhi aturan yang telah ditetapkan SKB 4 Menteri seperti memenuhi daftar periksa dan menyiapkan satgas Covid-19 level sekolah.

Koordinasi dengan Satgas juga berperan penting untuk menentukan kondisi zona daerah, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman NU.

“Sekolah perlu duduk bersama dengan satgas setempat, apakah sekolah itu sudah memenuhi standar yang ditetapkan,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tidak semua 514 Kab/Kota di 34 Provinsi di Indonesia dalam zona merah. Peraturan yang dihadirkan pemerintah pun menurutnya sangat fleksibel.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri memberi peluang untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas untuk menghindari dampak-dampak negatif berkelanjutan pada peserta didik.

Melalui SKB Empat Menteri ini pun kemudian diperkuat dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021, yang menyebutkan daerah zona hijau, kuning, dan jingga, dapat menerapkan pembelajaran PTM Terbatas.

Namun, yang menjadi syarat pentingnya adalah apabila daerah dalam zona merah dan memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka PTM Terbatas tidak bisa dilaksanakan.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga meminta pembelajaran tatap muka, yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru dilakukan secara ekstra hati-hati.

Pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dengan hanya maksimal 25 persen dari jumlah siswa yang hadir. 

“Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” kata Jokowi melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Jokowi juga mengingatkan bahwa keputusan untuk belajar tatap muka juga tergantung pada izin dari orang tua.

Artinya ketika orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk belajar tatap muka, maka siswa bisa tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Sumber : pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *