Pentingnya E-book Terintegrasi Materi Mitigasi Bencana Gempa Bumi dalam Pembelajaran…

OPINI

Oleh: Yuri Yanti

Saat ini, Indonesia sedang dilanda pandemi covid-19 yang menyebabkan panik seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini juga berdampak terhadap pendidikan di Indonesia dari sistem pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka berubah menjadi sitem pembelajaran online. Selain masalah pandemi covid-19 tersebut, Indonesia juga rawan terhadap bencana gempa bumi. Hal ini disebabkan Indonesia yang dibangun atas gabungan berbagai lempeng benua mikro dan busur gunung api yang digerakkan oleh proses tektonik yang kompleks sehingga proses tumbukan puluhan lempeng tersebut menyebabkan terbentuknya berbagai jenis patahan yang tersebar di berbagai tempat.

Indonesia memiliki zonasi kawasan rawan gempa bumi di sepanjang daerah-daerah yang dekat dengan wilayah interaksi lempeng tektonis, seperti di pesisir selatan Jawa dan pesisir barat Sumatera. Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sering dilanda gempa bumi termasuk kabupaten Pesisir Selatan. Masyarakat yang tidak tahu bagaimana cara menghadapi peristiwa gempa bumi akan memperburuk keadaan karena bencana gempa bumi pasti terjadi namun tidak dapat diprediksi.

Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi yang menyebabkan banyaknya korban jiwa.Penyebab dari banyaknya korban akibat bencana alam disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap bencana sehingga menyebabkan kurangnya sikap kesiapsiagaan, sikap tanggap dan keterampilan dalam mengantisipasi bencana lebih awal. Dalam rangka mengurangi dampak bencana gempa bumi tersebut maka perlu adanya mitigasi dengan menambah pengetahuan dan pemahaman tentang bencana melalui pendidikan.

Pendidikan di Indonesia dituntut untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta didikdi era globalisasi saat ini dan di wilayah peserta didiktinggal yang rawan akan bencana gempa bumi. Melalui pendidikan bencana di sekolah, peserta didik dapat memahami tindakan yang akan dilakukan sebelum, saat dan setelah terjadinya bencana gempa bumi. Penyelenggaraan pendidikan tentang risiko bencana alam berupa gempa bumi ke dalam kurikulum sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan bencana dan kewaspadaan peserta didik akan bencana gempa bumi sehingga mampu mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi bencana gempa bumi.

Adanya pengetahuan tentang bencana gempa bumi pada peserta didikdiharapkan dapat menjadi keterampilan dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kebencanaan tersebut adalah mengintegrasikan materi bencana ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Sekolah diyakini sebagai jalur yang sangat tepat untuk mengubah pola pikir peserta didik dalam pengurangan resiko bencana gempa bumi dan memberikan pemahaman terhadap mitigasi bencana gempa bumi kepada peserta didik. Salah satu pembelajaran yang dapat diintegrasikan bencana alam adalah pelajaran Fisika.

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang mempelajari tentang fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Fisika sebagai ilmu alam mengajarkan manusia untuk hidup selaras berdasarkan hukum alam. Salah satu fenomena yang dapat dipelajari adalah gempa bumi, karena terdapat konsep-konsep Fisika yang dapat diintegrasikan ke dalam materi Fisika. Pembelajaran fisika diharapkan dapat menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi di alam sehingga peserta didik dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi permasalahan di lingkungannya seperti bencana gempa bumi. Sedangkan pendidik dapat membuat suatu sumber belajar dengan mengintegrasikan materi bencana gempa bumi ke dalam proses pembelajaran online dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang tersedia saat ini.

Pembelajaran fisika sebaiknya mengadopsi pembelajaran abad 21. Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan antara kecakapan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penguasaan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pembelajaran fisika saat ini sudah mengikuti perkembangan abad 21. Abad 21 ini memungkinkan sistem informasi dan komunikasi untuk menyalin dunia fisik ke dalam dunia virtual seiring dengan terjadinya pandemi covid-19 saat ini. Kelebihan ini dapat dimanfaatkan pendidik untuk mengembangkan buku elektronik atau dikenal electronic book(e-book).

E-bookberisikan informasi digital yang dapat berisi teks, gambar, audio, video yang dapat dibaca di komputer, handphoneatau media elektronik lainnya. Sedangkan buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang berisi teks dan gambar. Kemudahan penggunaan e-bookyaitu dapat diakses kapanpun dan dimanapun menggunakan perangkat elektronik. Pada e-book dapat dimasukkan berbagai media, seperti video, audio, gambar, dan animasi.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa e-bookfisika terintegrasi materi mitigasi bencana gempa bumi sangat penting dalam pembelajaran fisika untuk mengurangi resiko terjadinya bencana gempa bumi yang tidak dapat diprediksi waktu dan tempat terjadinya. Selain itu, menurut penulis e-bookfisika sangat penting pada kondisi pandemi covid-19 yang menuntut pendidik dan peserta didik didik untuk tidak bertemu langsung dalam pembelajaran di kelas.

Sumber : ganto.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *