Pembelajaran Quantum Teaching untuk Hasil Belajar Peserta Didik Lebih Baik

OPINI

Oleh : Maz Hafizuddin

Belajar merupakan usaha untuk menjadikan seorang mengerti tentang sesuatu sehingga terjadi perubahan. Belajar memerlukan stimulus dan respon, sehingga setiap orang juga memiliki cara tersendiri dalam melakukan belajar. Cara tersebut bertujuan untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kenyamanan tiap peserta didik . Hal tersebut biasa disebut dengan gaya belajar.
Selain gaya belajar ada juga model pembelajaran yang juga merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran. Salah satunya model pembelajaran adalah Quantum Teaching. Singkatnya Quantum Teaching ialah pembelajaran yang mengkondisikan kenyamanan belajar didalam kelas. Quantum Teaching menciptakan proses pembelajaran di dalam kelas yang dapat mengoptimalkan interaksi berbagai unsur yang ada pada peserta didik dan lingkungan belajarnya. Akhirnya kemampuan dan bakat peserta didik ini pada akhirnya akan menjadi prestasi dan hasil belajar yang bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Berdasarkan model pembelajaran itulah yang akan meningkatkan kemampuan keterampilan peserta didik. Harapannya dengan model Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Menurut Merthayasa,dkk (2006). Model Quantum Teaching merupakan intisari dari berbagai teori pembelajaran yang memungkinkan optimalisasi proses dan hasil pembelajaran dengan cara mengupayakan daya tarik pembelajaran keterampilan menulis, memotivasi peserta didik belajar, dan menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik melalui pengorganisasian yang dikelola oleh guru. Jadi dapat diulas jika Quantum Teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan belajar dan interaksi yang membangun landasan dan kerangka yang kuat untuk belajar.

Karakteristik pembelajaran Quantum Teaching adalah setiap model pembelajaran mempunyai karakteristik tersendiri yang tentunya disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai dari model pembelajaran tersebut. Karateristik dalam Quantum Teaching menurut Kuny, Fajar (2012) adalah :
Setiap orang adalah guru dan sekaligus murid sehingga seorang guru lebih bersifat sebagai fasilitator dalam pembelajaran.
Proses pembelajaran dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, santai dan rileks serta lingkungan dan suasana yang tidak terlalu formal sehingga proses belajar peserta didik akan sangat efektif.
Setiap peserta didik mempunyai gaya belajar, bekerja dan berfikir yang berbeda — beda yang merupakan pembawaan alamiah sehingga guru tidak perlu merubahnya, dengan demikian perasaan nyaman dan positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberikan oleh guru
Metode peran dimana setiap peserta didik berperan lebih aktif dalam membahas materi sesuai dengan kemampuannya,
Penataan lingkungan belajar yang optimal baik secara fisik maupun mental, suasana yang nyaman dan santai dengan pengaturan tempat duduk yang berubah — ubah, penataan alat — alat bantu pengajaran, temperatur serta pencahayaan,
Iringan musik yang disesuaikan dengan suasana hati menggunakan berbagai jenis musik merupakan kunci menuju Quantum Teaching,
Membina interkasi yang baik antara guru, peserta didik dan lingkungan belajar.
Dari strategi pembelajaran Quantum Teaching ini juga mempunyai banyak kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan dan kekurangan strategi Quantum teaching adalah:
Kelebihan
Suasana yang diciptakan kondusif dan menyenangkan
Menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajarannya.
Membiasakan peserta didik untuk melatih kratifitas sehingga peserta didik dapat menciptakan suatu produk kreatif yang bermanfaat.
Model pembelajaran Quantum Teaching mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
Model pembelajaran Quantum Teaching mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
Kekurangan
Memerlukan dan menuntut keahlian dan keterampilan guru lebih khusus.
Memerlukan proses perancangan dan persiapan pembelajaran yang cukup matang dan terencana dengan cara yang lebih baik.
Membutuhkan banyak waktu dalam proses pembelajaran
Dengan adanya kelebihan dan kekurangan tersebut strategi Quantum Teaching di terima di balik banyaknya strategi pembelajaran dengan dasar pada konsep “Belajar dapat dan harus menyenangkan”. Agar suatu pembelajaran dapat berjalan sesuai konsep yang telah di tentukan.
Strategi pembelajaran Quantum Teaching mempunyai gaya tersendiri untuk menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan gairah belajar siswa. Siswa akan merasa tertarik, termotivasi untuk belajar. Penerapan model quantum teaching dimulai dengan menumbuhkan minat siswa untuk belajar, mengorganisasikan siswa untuk belajar, mengumpulkan informasi untuk menyelesaikan permasalahan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menganalisis data atau informasi yang ditemukan untuk menemukan jawaban atau memecahkan suatu permasalahan.
Hal ini dikarenakan model quantum teaching memberikan sebuah pembelajaran yang meriah dan menyenangkan dengan berpegangan dengan asas “bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Model quantum teaching juga memiliki landasan dari prinsip yang kukuh seperti segalanya berbicara, segalanya mempunyai tujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, mengakui setiap usaha, memberikan perayaan, dan tidak lepas pula dari strategi model quantum teaching yang mengambil istilah Tandur (DePorter, et al., 2011:39). Pembelajaran seperti ini hendaknya terus ditingkatkan untuk melatih keterampilan berpikir siswa, meningkatkan kecakapan pemecahan masalah, memotivasi siswa untuk belajar sehingga nantinya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan terciptanya SDM yang berkualitas.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *