Dilema Sekolah Tatap Muka di Tengah Lonjakan Covid-19 di Makassar

Makasar

MAKASSAR – Sebelumnya, pemerintah mewacanakan seluruh sekolah di Indonesia dapat menggelar pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022, yang dimulai pada bulan Juli mendatang.

Hanya saja, pembelajaran tatap muka kembali meredup setelah ada lonjakan kasus Covid-19. Terlebih, ketika pemerintah menerapkan kebijakan PPKM skala mikro, salah satu poinya adalah kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Makassar belum mengeluarkan pernyataan resmi ihwal pembelajaran tatap muka.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir berujar status Kota Makassar sendiri masih berada dalam zona orange. Namun pihaknya tetap memantau perkembangan Covid-19 di Makassar.

“Sekolah tatap muka akan melihat perkembangan Covid-19 di Kota Makassar,” kata Wahab, Rabu, 30 Juni 2021.

Wahab berharap pelaksanaaan sekolah tatap muka berlangsung saat Makassar berstatus zona hijau.

“Mudah-mudahan kota Makassar dari orange menuju zona hijau,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Sahruddin Said menyampaikan, keselamatan siswa saat belajar hingga sepulang sekolah merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Misalnya, memantau mereka saat pulang sekolah yang bisa saja mereka melakukan kerumunan dengan sesama siswa,” kata Ajid.

Menurutnya, pemerintah kota harus menyiapkan Satgas Raika, Satgas Covid-19 Hunter di lapangan, seperti ke sekolah menjaga anak-anak.

“Jangan sampai saat sekolah mereka dijaga, tapi setelah pulang sekolah mereka malah ketemu di luar dan kemana-mana,” sambungnya.

Selain itu, Ajid meminta pemerintah kota menjaga amanah orang tua siswa. Sebab, kata dia, orang tua siswa menginginkan PTM digelar kembali.

“Tapi di sisi lain, pihak sekolah bisa saja disalahkan jika anaknya terkena Covid-19,” katanya.

“Ini sangat dilematis. Karena kan semua pasti berimbas ke sekolah. Walaupun sudah diimbau dari awal, sabar dulu,” ujarnya.

“Tapi keinginan orang tua yang sangat besar karena sudah capek melihat anaknya di rumah. Padahal kan dia tidak tahu yang kita pikirkan ini keselamatan anak-anak,” tandasnya.

Sumber : makasar.terkini.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *