Corona Masih Meninggi, Sekolah Tatap Muka di DKI Belum Memungkinkan

DKI Jakarta

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan kecil kemungkinan sekolah tatap muka diselenggarakan di Ibu Kota. Sebab, kasus Corona di DKI masih menunjukkan tren naik terus alias berkurva menanjak.

“Tentu sekolah tatap muka, kita masih melaksanakan secara online, belum secara offline sesuai kebijakan di DKI Jakarta, tatap muka belum dimungkinkan sejauh angkanya masih tinggi,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2021).

Riza menegaskan saat ini pihaknya masih memberlakukan PPKM darurat. Di mana seluruh sekolah di Jawa dan Bali wajib memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kemudian juga sekolah seperti sebelumnya, (diselenggarakan) online. Ini merupakan pengetatan dari yang sebelumnya sehingga kita menyebutnya PPKM darurat,” tegasnya.

Politikus Gerindra itu memastikan DKI Jakarta akan memperketat aktivitas warga sesuai arahan pemerintah pusat. Selama PPKM darurat, Riza meminta warga tetap berada di rumah dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

“Dan yang paling penting sekali lagi, kerja sama, dukungan dari seluruh warga Jakarta untuk tetap berada di rumah karena rumah adalah tempat terbaik dan melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selanjutnya, soal PPKM Darurat dan PJJ:

Sebagaimana diketahui, PPKM Darurat akan berlaku di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021. Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta sekolah di Jawa dan Bali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Jumeri. Menurut dia ketentuan tersebut berlaku di seluruh jenjang, dari pendidikan anak usia dini, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

“Pembelajaran pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi pada tujuh provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali wajib melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dan mengajar dari rumah sesuai ketentuan PPKM Darurat yang berlaku,” ungkapnya kepada detikEdu, Kamis (1/7/2021).

Adapun sekolah yang berada di luar 7 provinsi yang dimaksud tetap menjalankan sekolah tatap muka terbatas sesuai dengan aturan SKB 4 menteri secara dinamis. Namun, hal itu tetap harus dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19.

“Aturan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi masih berdasarkan Keputusan Bersama SKB 4 Menteri dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua insan pendidikan dan keluarganya. Pembelajaran di masa pandemi akan berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yakni PPKM, baik PPKM Mikro maupun PPKM Darurat,” imbuh dia.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *