Guru Penggerak Sebagai Inovasi Dalam Dunia Pendidikan

OPINI

Oleh : diah kusuma ningrum

Merdeka Belajar merupakan program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Kebijakan yang baru ini diyakini menjadi solusi baru untuk perubahan sistem dunia pendidikan di Indonesia. Melalui Merdeka Belajar siswa diharapkan menjadi seseorang yang berani, mandiri, sopan, pintar bersosialisi, beradab dan berkompetensi. Salah satu program didalam Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Merdeka Belajar Episode ke lima pada 3 Juli 2020 adalah Program Guru Penggerak. Program Guru Penggerak diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan para guru untuk dapat memenuhi konsep Merdeka Belajar.

Program Guru Penggerak ini merupakan program terpenting dalam kebijakan baru ini. Karena sebaik apapun kurikulum dan sistem pembelajaran, tidak ada yang lebih penting dan tidak bisa menggantikan untuk mentransformasi pembelajaran kepada peserta didik sebaik yang dilakukan oleh para guru. Oleh karena itu, Guru Penggerak ini menjadi salah satu harapan pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai pendorong perubahan pendidikan di Indonesia.

Para calon Guru Penggerak ini harus memiliki 6 profil Pelajar Pancasila. Karena harapan dari Program Merdeka Belajar peserta didik dapat memliki serta menguasai 6 profil pelajar pancasila yaitu :

  • Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa danberakhlak mulia
  • Kreatif
  • Gotong Royong
  • Berkebinekaan Global
  • Bernalar Kritis
  • Mandiri.

Melalui program ini Kemendikbud juga akan mendorong Guru Penggerak menjadi pemimpin pendidikan dimasa depan yang mewujudkan generasi unggul Indonesia. Program ini juga untuk mencari bibit-bibit unggul disetiap daerah. Pendidikan Guru Penggerak dilakukan dengan pendekatan androgogi dan berbasis pengalaman yaitu:

  • Rekrutmen Calon Guru Penggerak
  • Pendidikan Calon Guru Penggerak
  • Generasi Baru Pemimpin Pendidikan

Generasi baru pemimpin pendidikan ini akan menciptakan SDM unggul untuk pembangunan nasional seperti: Kepala sekolah, Pengawas sekolah serta Instruktur pelatihan guru.

Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan melalui youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI, Ibu Lusia Pangestika seorang Guru TK Islam Terpadu Al Abror berkesempatan membagikan pengalaman ketika mengikuti Program Guru Penggerak Angkatan 1. Mengutip dari motivasi dari seorang penulis Wiliam Arthur “Guru yang biasa-biasa saja, memberitahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang unggul menunjukkan. Guru yang luar biasa mengilhami.” Ibu Lusia menjadi termotivasi untuk menjadi seorang guru yang menginspirasi, dan menurutnya Program Guru Penggerak ini menjadi tempat untuk berproses.

Pada kesempatan itu beliau juga menyampaikan harapannya untuk Program Guru Penggerak, beliau berharap bahwa program ini dapat menjadi wadah bagi guru-guru yang mau terbuka dengan hal-hal baru, yang mau belajar dan mau keluar dari zona nyaman untuk mewujudkan pendidikan Merdeka Belajar. Sehingga dapat mewujudkan anak-anak indonesia menjadi generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritualnya. Yang tumbuh kembangnya sesuai dengan minat dan bakatnya, dan juga sesuai kodrat alam dan zamannya.

Program ini sangat penting karena terfokus pada kualitas pendidikan dan juga guru sebagai mentor dalam dunia pendidikan. Dalam pelaksanaannya program ini tidak hanya dikhususkan bagi Guru PNS atau sekolah negeri saja, tetapi program ini ditujukan bagi semua Guru yang ingin menjadi dan mempunyai tekad kuat untuk menjadi bagian dari Guru Penggerak. Oleh karena itu, baik guru sekolah negeri maupun swasta, guru PNS maupun non-PNS berhak untuk ikut serta dalam program ini.

Program Guru Penggerak merupakan program pendidikan kepimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Guru Penggerak ini menjadi salah satu harapan pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai pendorong perubahan pendidikan di Indonesia.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *