P2G: Vaksin Covid-19 Diperjualbelikan, Sekolah Jangan Ikut Dagang Vaksin

GURU

JAKARTA: Pemerintah telah menyetujui program vaksinasi gotong royong berbayar secara mandiri. Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) berharap sekolah tidak ikut-ikutan memperjualbelikan vaksin.  Celah vaksin diperjualbelikan untuk anak melalui sekolah mungkin saja terjadi, di tengah lambatnya distribusi vaksin dari pusat ke daerah dan ke sekolah.

“Jangan sampai sekolah memperdagangkan vaksinasi bagi anak-anaknya,” kata Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim, dalam konferensi pers daring Survei Nasional P2G, Minggu, 11 Juli 2021.

Kekhawatiran itu muncul karena pada saat yang bersamaan pemerintah membuka program vaksinasi covid-19 kepada anak. Yakni vaksinasi covid-19 gratis yang diperuntukkan bagi anak usia sekolah dari 12-17 tahun.

Karenanya Satriwan meminta kepastian agar untuk anak sekolah, vaksinasi tetap gratis. Jangan sampai ada celah vaksin dijual kepada anak-anak.

“Kami meminta kepastian, jaminan dari negara dari pemerintah untuk menyediakan vaksin secara gratis bagi anak-anak Indonesia dari usia 12 sampai 17 tahun,” terangnya.

Celah penjualan vaksin itu diprediksikan berpotensi ketika hambatan distribusi vaksin terjadi di lapangan. Penyaluran vaksin yang tidak lancar ke daerah dan sekolah, dan keinginan orang tua agar anaknya cepat-cepat divaksin semakin membuka ruang perdagangan vaksin untuk anak.

“Jangan sampai nanti masalah distribusi yang mengalami hambatan di daerah, akhirnya sekolah-sekolah berinisiatif mengadakan vaksinasi mandiri tapi berbayar,” tutupnya.

Diketahui, Pemerintah melalui klinik Kimia Farma memberikan layanan vaksin individu atau mandiri bagi masyarakat. Ada delapan klinik Kimia Farma yang menyediakan layanan dengan nama program vaksinasi gotong royong itu di enam kota.

Vaksin yang bisa dibeli dalam program ini salah satunya Sinopharm. Kementerian Kesehatan menetapkan tarif vaksin individu melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 menetapkan tarif pembelian satu dosis vaksin sebesar Rp321.660.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk “Vaksin untuk Indonesia”. Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.

Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti “obat” atau “anti-virus”, tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

“Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema ‘Vaksin untuk Indonesia’. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi,” terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program “Vaksin untuk Indonesia” tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

Sumber : medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *