Bahaya Ini Dampak Tidak Mendampingi Anak Saat Daring

OPINI

Oleh : fikri ramdani firdaus

BAHAYA KEHANCURAN BANGSA ADA DITANGAN ORANGTUA

Kehancuran bangsa bisa disebabkan oleh orangtua, orangtua yang tidak dapat mendampingi serta membimbing anaknya dalam pendidikan, pendidikan formal maupun informal dalam pembentukan karakter anak. Ditengah situasi pandemi covid-19 ini pembelajaran dilakukan secara daring atau tatap maya, akan tetapi ke efektifan dalam pembelajaran secara daring ini diragukan kualitas yang didapat. Bagaimana tidak pembelajaran yang seharusnya dilakukan dirumah masih disalahgunakan implementasinya, misalnya seorang anak yang seharusnya belajar bisa saja dia memasuki ruang virtual kelas namun kenyataannya sedang tidur, bermain bahkan bekerja. Iya tentu ini merupakan suatu proses pilihan masing- masing individu bahkan hak mereka untuk dapat menerima atau menolak pembelajaran. Selain itu proses pembelajaran daring ini hanya sekedar mentransfer ilmu teori saja, tidak menyeluruh terhadap aspek sikap, sifat perilaku dan sebagainya.

            Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak. Di lingkungan keluarga inilah anak mendapatkan pendidikan yang pertama dan utama. Tugas utama keluarga adalah sebagai peletak dasar bagi pendidkan moral-agama dan karakter anak. Lingkungan keluarga menjadi tempat meletakkan dasar-dasar kepribadian bagi anak usia dini. Pada usia inilah anak sangat peka terhadap pengaruh dari lingkungan sekitarnya. Interaksi yang intens antara anak dan orang dewasa yang memiliki hubungan khusus dengan anak akan memberikan pengaruh positif yang signifikan bagi tumbuh kembang anak. Banyak permasalahan yang kemudian timbul akibat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring. Misalnya pengaturan waktu belajar dan bermain anak-anak yang cenderung lebih banyak bermainnya daripada belajarnya ketika ada di rumah. Hal tersebut bisa terjadi karena anak akan merasa nyaman berada di rumah dan menganggap bahwa rumah adalah daerah kekuasaannya. Oleh karena itu, perlu aturan belajar yang jelas dan disepakati bersama antara orang tua dan anak tanpa harus ada hukuman atau menekan anak. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Mutiah, memberikan perintah kepada anak yang sesuai dengan minat dan keinginan anak, tanpa memaksa terlebih dengan ancaman dan hukuman fisik yang merusak fisik anak .

Peran orangtua disinilah yang menjadi bala bantuan bagi guru dalam mendidik karakter terhadap anak maupun siswa. Mimbingan, pola asuh serta pendampingan yang dilakukan akan menimbulkan rasa nyaman. Peran orang tua menjadi sangat penting ketika anak mulai bersekolah di rumah. Karena orang tua atau keluarga pada dasarnya adalah tempat pendidikan yang pertama bagi anak. hal tersebut sesuai dengan pendapat dari Mutiah, yang menyatakan bahwa mengasuh, membina, dan mendidik anak di rumah merupakan kewajiban bagi setiap orang tua dalam usaha membentuk pribadi anak. Orang tua bertugas membantu anak dalam mempersiapkan media yang akan digunakan anak, mendampingi proses belajarnya dan masih banyak lagi peran orang tua yang dapat memaksimalkan proses belajar mengajar di rumah melalui daring. Pendampingan orang tua dalam pembelajaran dari rumah selain membantu anak dalam momen belajar juga akan membangun komunikasi yang intens dengan anak. Komunikasi yang intens ini akan membangun kreativitas anak lewat berbagai aktivitas bersama yang bermanfaat. Peran guru dan orang tua memang mendasar dalam mendukung proses anak belajar di rumah. Keduanya harus membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan belajar anak.

            Hal- hal yang tidak di inginkan dapat terjadi ketika orangtua tidak membimbing dan mendampingi anaknya diantaranya :

  • Anak akan mengalami stress, pembelajaran daring akan membuat anak susah untuk berkembang pasif dan stagnan dalam keadaan yang tidak stabil.
  • Kurangnya kreatifitas.
  • Kurangnya motivasi terhadap anak, jika disekolah mereka mendapatkan motivasi dari teman sebaya sedangkan dirumah orangtualah yang memberikan motivasi terhadap anak.
  • Pemahaman yang tidak sempurna, pembelajaran daring dituntut untuk siswa mencari bahkan mempelajari materi sendiri, dikhawatirkan anak memiliki paham yang salah.
  • Perilaku menyimpang, dari pemahaman yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku yang tidak sesuai dalam kehidupan masyarakat atau keluarga.
  • Kurang komunikatif dan menyendiri, orangtua berperan dalam peningkatan interaksi dan kedekatan harmoni sosial agar anak memiliki sifat dan sikap sesuai dengan norma dan aturan.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *