Strategi Mengajar Secara Daring Yang Menarik Dan Efektif

OPINI

Oleh : Tanzila Haya Yoviske Hermawan

Sulit rasanya untuk tidak membuka pokok pembahasan dengan kata pandemi. Namun, kenyataan mengatakan bahwa beginilah adanya. Pandemi Covid-19 selalu menjadi bagian dari setiap fenomena yang terjadi sejak tahun 2020 khususnya di Indonesia. Pandemi ini membawa banyak perubahan pada setiap aspek kehidupan, salah satunya adalah pendidikan.

Kebiasaan seperti bangun pagi, pergi ke sekolah bertemu guru dan teman-teman, hingga belajar bersama mulai tergantikan dengan belajar secara individual di rumah masing-masing. Rasa jenuh dan  lelah melihat layar monitor gawai menurunkan semangat para pelajar dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Hal ini menjadi tantangan baru bagi guru untuk bagaimana bisa mengatasi kejenuhan bagi para siswa saat kegiatan belajar mengajar daring. Tidak jarang ada siswa yang kehilangan fokusnya dalam menyimak pembelajaran secara daring. Kemungkinan seperti ini biasanya dipicu dari rasa bosan dan suasana belajar yang kurang kondusif.

Dari sinilah dimana peran guru yang inovatif harus bisa mengambil perhatian siswa agar mengembalikan fokusnya pada pematerian yang sedang dibahas dengan menggunakan pendekatan yang tepat sehingga hubungan yang terjalin antara guru dan siswa menjadi lebih harmonis.

Berikut ini adalah beberapa teknik pendekatan dengan praktek terbaik yang dapat digunakan untuk pembelajaran daring.

Terapkan Teknik 10-20-30

Tidak banyak orang yang suka membuat presentasi meskipun seseorang sudah berperan sebagai guru. Terlebih lagi muncul kekhawatiran bahwa audiens yaitu siswa akan bosan, mengantuk, bahkan frustasi saat mendengarkan presentasi. Hal ini yang mendasari munculnya salah satu teknik presentasi yaitu 10-20-30.

Maksudnya adalah buatlah presentasi dengan maksimal 10 slide, presentasikan materimu tidak lebih dari waktu ideal yaitu 20 menit, dan gunakan ukuran font sebesar 30pt pada salindia. Hal ini akan mengurangi rasa bosan dan menarik perhatian siswa untuk menyimak.

Gunakan Platform Pembelajaran yang Menarik

Seiring dengan banyaknya institusi yang melakukan kegiatan pembelajaran secara daring, semakin banyak pula platform belajar online yang tercipta seperti Google Classroom, Zoom, Discord, Kahoot, Quiziz, dan lain sebagainya. Setiap platform memiliki fitur unggulan yang berbeda. Seperti halnya Kahoot, dimana siswa dapat bermain sambil belajar sehingga kegiatan pembelajaran daring menjadi lebih seru. Tenaga pendidik dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan berteknologinya agar lebih relevan dengan kemampuan siswa.

Rancang Kegiatan yang Menarik

Salah satu teknik lain untuk membuat pembelajaran daring tidak menjenuhkan adalah dengan kegiatan pembelajaran yang menarik. Perbanyak komunikasi yang interaktif pada saat pembelajaran sehingga bisa menilai apakah siswa menyimak dan memahami materi tersebut.

Berikan kesempatan pada siswa untuk bereksplorasi dengan gawainya saat pembelajaran berlangsung agar siswa tidak merasa jenuh namun tetap bisa berkonsentrasi pada pembelajaran.

Kegiatan yang sesuai dengan hal tersebut adalah seperti mencari jawaban dari suatu pertanyaan di Google, melakukan presentasi, menggunakan fitur-fitur yang disediakan oleh platform, dan lain sebagainya.

Berikan Kesempatan Pada Siswa Untuk Merancang Kegiatan Pembelajaran Selanjutnya

Komunikasi yang aktif dapat meningkatkan kepercayaan dan mempererat hubungan antara guru dan siswa.

Sesekali, berikan kesempatan pada siswa untuk merancang program pembelajaran sesuai dengan keinginannya. Selanjutnya, diskusikan dengan siswa terkait rancangan konten yang paling efektif dan menyenangkan, aturan, dan konsekuensi pada pembelajaran yang mereka rancang. Aturan dan konsekuensi dibuat agar pembelajaran tetap pada jalurnya.

Teknik ini diharapkan dapat membuat siswa menjadi lebih inovatif dan meningkatkan semangatnya untuk belajar.

Menyesuaikan Diri Dengan Siswa

Jika materi yang disampaikan ingin mudah diserap oleh siswa, maka pahami karakteristik siswa di setiap kelas. Setiap orang memiliki karakteristiknya masing-masing dalam memahami materi. Memang terdengar sulit untuk memperhatikan cara pemahaman puluhan hingga ratusan siswa, namun begitulah guru yang justru akan disenangi oleh siswa.

Ketika seorang guru paham akan keadaan siswa, maka siswa akan lebih senang dan terbuka dalam pembelajaran. Jika siswa sudah mulai merasakan adanya koneksi dirinya dengan guru, maka siswa tersebut tidak akan kesulitan menyampaikan pertanyaan maupun kritik terkait pembelajaran yang sudah dilalui.

Kritik merupakan hal yang sulit didapatkan oleh seorang siswa karena perasaan segan. Tidak jarang guru malah merasa marah karena dikritik oleh siswa. Padahal, kritik dari siswa merupakan hal yang penting untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kemampuan mengajar seorang guru.

Kendati banyak guru dan siswa yang merasakan sulitnya pembelajaran daring, namun jika sudah terbiasa, hal ini akan memberikan kebebasan dan fleksibilitas untuk menyesuaikan zaman yang kian modern. Selain itu, pembelajaran daring juga merupakan pengalaman baru yang tidak dirasakan saat pembelajaran di kelas.

Di tengah pandemi yang semakin mewabah, kegiatan secara daring sangat dituntut untuk digerakkan sehingga mau atau tidak mau setiap orang di sektor pendidikan harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru seperti pembelajaran daring ini.

Sumber : kompasiana  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *