Masuk Level 2, Tasikmalaya Izinkan Sekolah Tatap Muka-Resepsi Nikah

Jawa Barat PTM

TASIKMALAYA – Kabupaten Tasikmalaya menjadi satu-satunya wilayah di Jawa yang masuk PPKM level 2 mulai, Selasa (03/08/21). Sejumlah kelonggaran diberlakukan Pemkab Tasikmalaya.

Masuknya Tasikmalaya ke level 2, karena angka kesembuhan tinggi, jumlah kasus aktif hanya 200 lebih. Tingkat keterisian Rumah Sakit Umum SMC Tasikmalaya juga mulai rendah 60 persen saja.

“Jadi sesuai permendagri, Kabupaten Tasikmalaya satu satunya di pulau Jawa daerah dengan PPKM Level dua. Indikasinya kasus covid 19 landai atau terkendali.” kata Koordinator Humas Satgas Covid 19 Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya di kantornya selasa (03/08/21).

“Kasus mulai Landai kasus total 5 ribu, kesembuhan 4.900 dan kasus aktif 200 an,” Rudi menambahkan.

Penerapan PPKM level 2 berimbas pada pelonggaran aktifitas masyarakat. Kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan tatap muka terbatas di sekolah. Aktifitas perkantoran dilaksanakan dengan work from office atau bekerja di kantor sebanyak 75 persen.

Resepsi pernikahan bisa dilaksanakan dengan dihadiri tamu hanya 40 orang saja.”Jadi aktifitas kantor sekarang 75 persen karyawan masuk. Sekolah mulai uji coba PTM tapi tetap harus dikaji lokasinya. Kalau memang wilayahnya masih banyak kasus covid ditangguhkan dulu. PTM ini terbatas dulu,” ujar Rudi.

Imbas penerapan ppkm level dua sejumlah sekolah dasar di ibu kota Kabupaten Tasikmalaya sudah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka selasa (03/08/21). Salah satunya SDN Satu Cintaraja yang memulai pembelajaran tatap muka untuk kelas satu.

Pembelajaran dibagi dua bagian masing masing 10 orang siswa dengan penerapan protokol kesehatan.

“Karena masuk PPKM Level Dua maka kita Belajar terbatas uji coba dulu kelas satu pak. Anak anak gak bisa daring harus tatap muka kalau kelas satu harus ada sentuhan guru di kelas.”Kata Eti setiawati, Guru SDN Satu Cintaraja.

Resepsi pernikahan diizinkan di Tasikmalaya setelah masuk PPKM level 2Resepsi pernikahan diizinkan di Tasikmalaya setelah masuk PPKM level 2 Foto: Deden Rahadian

Selain disambut antusias guru, siswa dan orang tua juga semangat belajar di sekolah. Mereka mengaku senang bisa kembali sekolah karena bosan belajar di rumah. Bahkan, sejumlah orang tua siswa rela nunggu anaknya di sekolah.

“Seneng sekolah di kelas ketemu teman bu guru juga,” kata Davin, siswa kelas satu.

“Alhamdulillah bisa sekolah. Ade sudah bosan di rumah belajar di rumah. Mudah mudahan terus bisa belajar tatap muka. Saya gak papa lah antar tiap hari buat pantau prokes ade asal belajar di sekolah,” kata Nadia, pengantar anak.

Meski masuk ppkm level dua, namun masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal. Gunakan masker dua lapis di luar rumah, tidak berkerumun, jaga jarak hingga kurangi mobilisasi.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *