Permasalah Pembelajaran Daring di SD

OPINI

Oleh : annisa novariani

Pada akhir tahun 2019 tentu kita sangat ingat bahwasanya dunia digemparkan dengan munculnya wabah virus yang sangat berbahaya dan penyebarannya yang sangat cepat. Virus ini pertama kali ditemukan di China. Karena cepatnya penyebaran virus ini ke seluruh dunia, organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberitahukan bahwa wabah ini sebagai Kesehatan Masyarakat Darurat Internasional pada tanggal 30 Januari 2020 dan berlanjut menjadi Pandemi. Nama COVID-19 yaitu berasal dari “co” berarti corona kemudian “vi” berarti virus dan “d” berarti disease. Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Aditya Susilo, dkk (2020:45-67) virus ini terjadi pada pertengahan Desember 2019, ditemukan sebuah kasus yang dimana pertama kali virus ini dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei China.

Pandemi ini mempengaruhi berbagai sektor kehidupan diantaranya yang terdampak adalah bidang pendidikan seperti kendala dalam menentukan metode pembelajaran yang tepat. Selain itu kendala lainnya adalah komunikasi orang tua dan guru serta kendala penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan kebijakan menteri pendidikan dan kebudayaan RI NO.3 Tahun 2020 dan Surat Edaran No 4 tahun 2020 masih diberlakukan hingga sekarang. Kebijakan tersebut dikenal sebagai kebijakan belajar jarak jauh dalam jaringan (daring) atau online learning.

Tidak dapat dipungkiri dengan adanya pembelajaran daring maka banyak permasalahan yang dihadapi oleh guru, siswa dan orang tua siswa. Dengan adanya permasalahan dalam hal bidang pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut berperan dalam penanggulangan dampak Covid-19 melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik atau disebut dengan KKNT Tematik MDBPE-MBKM 2021.

Annisa Nova Riani Mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya Jurusan PGSD merupakan salah satu peserta KKN Tematik 2021. Tema yang dipilih dalam kegiatan KKN Tematik ini adalah Membangun Desa Melalui Bidang Pendidikan. Kegiatan KKN dilaksanakan di SD Negeri Leuwikujang 1 yang beralamat di Jln Raya Leuwikujang.

Sebagian besar kegiatan KKN dilakukan secara daring, karena mengingat diberlakukannya PPKM dimasa pandemi ini. Pemberian penguatan belajar selama pandemi dilakukan melalui WhatsApp Group yang melibatkan siswa dan orang tua siswa serta guru. Selain itu kegiatan yang dilakukan yaitu membantu administrasi sekolah, memberikan tips belajar di rumah bersama orang tua dan membuat ruang meet untuk mempermudah guru memberi penjelasan ke siswa. Diharapkan dengan adanya Program KKN ini bisa sedikit membantu menyelesaikan permasalahan dalam bidang pendidikan selama pandemi dan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidkan di masa pandemi Covid- 19.Pada akhir tahun 2019 tentu kita sangat ingat bahwasanya dunia digemparkan dengan munculnya wabah virus yang sangat berbahaya dan penyebarannya yang sangat cepat. Virus ini pertama kali ditemukan di China. Karena cepatnya penyebaran virus ini ke seluruh dunia, organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memberitahukan bahwa wabah ini sebagai Kesehatan Masyarakat Darurat Internasional pada tanggal 30 Januari 2020 dan berlanjut menjadi Pandemi. Nama COVID-19 yaitu berasal dari “co” berarti corona kemudian “vi” berarti virus dan “d” berarti disease. Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Aditya Susilo, dkk (2020:45-67) virus ini terjadi pada pertengahan Desember 2019, ditemukan sebuah kasus yang dimana pertama kali virus ini dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei China.

Pandemi ini mempengaruhi berbagai sektor kehidupan diantaranya yang terdampak adalah bidang pendidikan seperti kendala dalam menentukan metode pembelajaran yang tepat. Selain itu kendala lainnya adalah komunikasi orang tua dan guru serta kendala penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan kebijakan menteri pendidikan dan kebudayaan RI NO.3 Tahun 2020 dan Surat Edaran No 4 tahun 2020 masih diberlakukan hingga sekarang. Kebijakan tersebut dikenal sebagai kebijakan belajar jarak jauh dalam jaringan (daring) atau online learning.

Tidak dapat dipungkiri dengan adanya pembelajaran daring maka banyak permasalahan yang dihadapi oleh guru, siswa dan orang tua siswa. Dengan adanya permasalahan dalam hal bidang pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut berperan dalam penanggulangan dampak Covid-19 melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik atau disebut dengan KKNT Tematik MDBPE-MBKM 2021.

Annisa Nova Riani Mahasiswa UPI Kampus Tasikmalaya Jurusan PGSD merupakan salah satu peserta KKN Tematik 2021. Tema yang dipilih dalam kegiatan KKN Tematik ini adalah Membangun Desa Melalui Bidang Pendidikan. Kegiatan KKN dilaksanakan di SD Negeri Leuwikujang 1 yang beralamat di Jln Raya Leuwikujang.

Sebagian besar kegiatan KKN dilakukan secara daring, karena mengingat diberlakukannya PPKM dimasa pandemi ini. Pemberian penguatan belajar selama pandemi dilakukan melalui WhatsApp Group yang melibatkan siswa dan orang tua siswa serta guru. Selain itu kegiatan yang dilakukan yaitu membantu administrasi sekolah, memberikan tips belajar di rumah bersama orang tua dan membuat ruang meet untuk mempermudah guru memberi penjelasan ke siswa. Diharapkan dengan adanya Program KKN ini bisa sedikit membantu menyelesaikan permasalahan dalam bidang pendidikan selama pandemi dan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidkan di masa pandemi Covid- 19.

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *