Keterbatasan Penggunaan Teknologi sebagai Media Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

OPINI

Oleh : Bella Nur

Sudah lebih dari satu tahun Indonesia diserang oleh pandemi covid-19, banyak sekali faktor yang terkena imbasnya salah satunya dalam bidang pendidikan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan demi pencegahan penularan virus corona 19. pencegahan tersebut diantaranya yaitu penerapan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak,  menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. selain itu pemerintahjuga mengambil kebijakan dengan menerapkan Social Distancing untuk meminimalisir tingkat penularan covid-19. Oleh karena itu, dinas pendidikan mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring.

Proses pembelajaran yang semula berlangsung di sekolah berpindah ke rumah. Hal ini menuntut terjadinya perubahan proses pembelajaran yang awalnya pembelajaran luring (luar jaringan)  berubah menjadi pembelajaran secara daring (dalam jaringan. Adanya perubahan proses pembelajaran inilah yang menuntut guru harus mengubah cara belajar mengajarnya dan menjadi tantangan bagi sekolah maupun guru untuk merancang pembelajaran daring dengan  maksimal.

Dampak covid-19 juga di rasakan di tempat kami melakukan kegiatan kuliah nyata atau KKN yaitu di SDN Hegarmanah. banyak sekali kesulitan-kesulitan saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung. saya mewawancarai salah saorang guru, beliau mengatakan semua keresahan dan kendala saat pembelajaran salah satu kendalanya itu keterbatasan dalam penggunaan media sosial atau teknologi yang saat itu guru harus bisa menggunakan media sosial atau teknologi sebagai sarana pembantu dalam kelancaran proses kegiatan pembelajaran, juga kurangnya komunikasi antara guru dengan orang tua siswa.

kami selaku mahasiswa ikut membantu mencari solusi dalam pembelajaran secara daring untuk saat ini. kami melakukan penguatan pembelajaran daring kepada guru dan orang tua siswa melalui media whatsapp dan zoom meeting . hal teruan untuk memberikan pengarahan kepada guru maupun orang tua siswa yang belum paham akan media sosial atau teknologi.

Guru dituntut harus mampu malaksanakan pembelajaran secara daring, guru dituntut harus lebih mahir dalam penggunaan teknologi karena sangat mempengaruhi terhadap kualitas dan hasil pembelajaran siswa. maka dari itu mahasiswa harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran daring untuk meningkatkan kualitas yang lebih baik lagi. dengan adanya covid-19 ini itu merupakan suatu dorongan kepada sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa untuk lebih memanfaatkan atau mengenal teknologi .

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *