Dongeng sebagai Media Pembelajaran Penanaman Pendidikan Karakter pada Anak

OPINI

Oleh : Ditha Aditya P

Banyak sekali tragedi yang terjadi di bumi pertiwi. Kejadian miris seperti tak hentinya mengiris negeri. Kasus demi kasus muncul dari mulai kasus korupsi, asusila, narkotika, terorisme, dan kasus kejahatan lainnya. Semua itu bermula dari minimnya pendidikan moral dan karakter.

“Tidak akan ada Pembangunan Nasional tanpa Pembangunan Karakter” begitu ucap Bung Karno, bapak proklamator kita. Mari kita cermati dan korelasikan dengan kasus-kasus kejahatan yang terjadi di negeri kita!

Jika pondasi dan pendidikan karakternya kuat, mana mungkin itu semua bisa terjadi. Pendidikan karakter diharapkan mampu meminimalisir segala bentuk tindak-tanduk kejahatan, yang nantinya akan menjadi efek buruk bagi kemajuan bangsa. Lantas kapan pendidikan karakter itu bisa dimulai? Siapa yang paling pantas dan mampu membentuk karakter baik setiap individu?

Kini zaman telah bertransformasi, sebuah era komunikasi dan informasi yang sangat mudah dikonsumsi. Maka dari itu, begitu pentingnya penerapan tatanan nilai yang baik. Pendidikan karakter akan berjalan efektif dan utuh jika melibatkan tiga institusi, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

Pasal 3 Undang-UndangNomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.

Maka dari itu untuk membentuk karakter anak, sekolah harus menciptakan lingkungan yang mendukung. Itu artinya guru dituntut untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang interaktif dan semenarik mungkin dengan berbagai metode yang mendukung perkembangan anak.

Selaras dengan tujuan dari Kampus Mengajar yakni salah satunya adalah menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran literasi, numerasi serta adaptasi teknologi.

Hingga saya Ditha Aditya Pernikasari (peserta Kampus Mengajar 2) ingin berkontribusi dalam penerapan strategi belajar berbasis cerita dongeng terhadap siswa-siswi kelas VI SDN 2 Sukamaju guna menciptakan pendidikan karakter anak.

Melalui dongeng pesan dan informasi dapat dikemas semenarik mungkin, dengan tokoh-tokoh dan latar cerita yang muncul akan lebih mudah diserap dan dicerna oleh anak-anak. Hingga pelan-pelan dongeng tersebut mampu mentransfer nilai-nilai moral dan budi pekerti yang menjadi bagian terpenting dari pembentukan karakter anak.

 

Sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *