KKN Upi Berhasil Menjadi Fasilitator Desa Terpencil di Kota Tasikmalaya Meningkatkan Skill

OPINI

Oleh : rahmi maharani

Kegiatan KKN atau Kuliah Kerja Nyata menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh sebagian institusi. Kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa aware terhadap masyarakat dan mampu berbaur dengan masyarakat serta mengaplikasikan keilmuan melalui program ini. Salah satu yang tengah dijalani saat ini yakni KKN UPI 2021. Meskipun pandemi belum usai, namun program KKN tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat pembelajaran berlangsung, mencuci tangan, menjaga jarak guna mengurangi resiko penyebaran covid-19. Kegiatan KKN dilakukan secara daring dan luring dengan tujuannya yakni fokus meningkatkan daya pengetahuan literasi.

Sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPI yaitu “Kuliah Kerja Nyata Tematik Literasi dan Rekognisi Program Kampus Merdeka Pusat Prestasi Nasional” kegiatannya terdiri dari program wajib dan pilihan. Program wajib tediri dari literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains. Sedangkan program pilihan diantaranya literasi finansial, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan.

KKN UPI 2021 domisili Kota Tasikmalaya memilih desa Cipari tepatnya di Yayasan Learning Centre Kembang Desa sebagai tempat KKN. Yayasan Learning Centre Desa Kembang yakni sebuah Yayasan yang dinaungi oleh komunitas social yang berfokus dalam peningkatan kapsitas dan usaha strategis perempuan desa melalui cara-cara inovatif. Yayasan ini didirikan oleh seorang pemuda bernama R. Imam Kartaatmarja yang berusia 21 tahun yang tergerak dari permasalahan mengenai pendidikan yang tersampingkan terlebih pada kaum perempuan dan anak-anak berusia 6-13 tahun. Selain itu terbatasnya akses sinyal dan jarak yang jauh. KKN domisili Kota Tasikmalaya mendapatkan kesempatan berfokus pada pengembangan anak usia 6-13 tahun dengan mengajar dan memberi motivasi guna membangun semangat literasi yang dilaksanakan selama satu bulan mulai dari 26 Agustus — 26 Sept 2021.

Penurunan motivasi belajar sejalan dengan permasalahan kesulitan belajar yang dihadari siswa dalam proses pembelajaran pada salah satu wilayan di Desa Cipari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Banyak guru yang mengeluh akibat siswanya tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, sehingga banyak siswa yang tidak mengerjakan tugas dengan alasan terhambat faktor eskternal maupun faktor internal dari dalam dirinya sendiri. Selain itu banyak orang tua yang mengeluh karena anaknya menjadi malas belajar, banyak bermain sehingga orang tua tidak bisa mendampingi belajar anak secara maksimal, yang dapat disebabkan karena faktor eksternal seperti bekerja atau faktor inernal dari diri orang tua yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pendampingan, seperti orang tua tidak memiliki gawai, orang tua gaptek, dan yang paling banyak dikeluhkan adalah orang tua tidak mampu untuk menggantikan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sehingga dengan diadakannya kegiatan pendampingan belajar untuk siswa sebagai salah satu pelaksanaan program KKN Tematik Literasi ini dapat berpengaruh baik terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayah tersebut.

Upaya untuk mencapai tujuan tersebut yakni, dengan melakukan program rutin belajar mengajar baik daring maupun luring dengan berbagai metode pembelajaran yang dibantu alat peraga seperti poster, praktek lapangan, video pembelajaran, dan power point. Upaya lainnya yakni mengadakan program bootcamp yakni sebuah program pelatihan untuk mencetak yang siap bekerja dan pemecahan masalah dengan fasilitas penunjang yakni mengundang pemateri sebagai penunjang validitas informasi.

Semoga dengan adanya kegiatan KKN yang dilakukan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, dapat mendorong dan menumbuhkan semangat serta kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya literasi dalam kehidupan. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa khususnya kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

 

sumber : kompasiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *