Evaluasi Sekolah Tatap Muka, Menkes Buka Data COVID-19 di 22 Sekolah DKI

Kemdikbud

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin meluruskan kabar soal ramainya kluster COVID-19 usai pemberlakukan sekolah tatap muka. Sebelumnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sempat menyinggung ada lebih dari 6.000 siswa yang positif COVID-19, namun hal ini kemudian diklarifikasi sebagai data akumulasi selama 14 bulan dari berbagai skenario, baik tatap muka maupun tidak.
Dalam konferensi pers terkait hasil rapat Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (27/9/2021), Menkes Budi menyebut kasus COVID-19 di sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) lebih sedikit dari yang sebelumnya diberitakan. Sebagai contoh di DKI Jakarta, hanya ditemukan 66 kasus positif COVID-19 dari 22 sekolah yang melakukan PTM pada periode 1-21 September.

“Kalau kemarin diskusi atau beredar hoax bahwa klusternya demikian banyak, sebenarnya enggak demikian. Kami sampaikan secara transparan datanya supaya teman-teman bisa melihat sendiri,” kata Menkes Budi dalam siaran di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

“Dari 22 sekolah itu ada 8 yang tidak ada (COVID-19) sama sekali. Yang lain kalau adapun, kalau angkanya kecil-kecil itu bukan klaster. Karena klaster kita definisikan kalau penyebarannya terjadi di sekolah,” lanjutnya.

Total ada 2.113 subjek yang diperiksa. Dengan ditemukannya 66 kasus positif, ini membuat tingkat kasus COVID-19 di Sekolah DKI Jakarta selama PTM sebanyak 3,12 persen.

Data COVID-19 di sekolah DKI Jakarta Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Kasus positif COVID-19 terbanyak dilaporkan terjadi di SMP PGRI 20 Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan 21 kasus.

“Jadi yang klaster itu jauh lebih sedikit… Kita harus belajar hidup dengan hal ini. Jadi saya bicara dengan Pak Nadiem ‘ya ini normal, kita harus belajar hidup dengan ini,'” pungkas Menkes Budi.

 

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *