Wawalkot Tinjau Simulasi PTM di SMPN 2 Depok, Pastikan Prokes Diterapkan Ketat

Jawa Barat

DEPOK – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menyelenggarakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Imam Budi Hartono meninjau langsung simulasinya di SMPN 2 Depok untuk memastikan pembelajaran berjalan lancar dan protokol kesehatan diterapkan.
“Sebagai percontohan, baik di Al-Azhar maupun SMPN 2, mudah-mudahan bisa bertahan dengan baik uji cobanya sehingga, kalau ini bagus, akan kita laksanakan secara keseluruhan sekolah yang ada, baik SD, SMP maupun SMA,” kata Imam kepada wartawan di SMPN 2 Depok, Rabu, (29/9/2021).

Imam menjelaskan beberapa hal yang harus ditekankan dalam simulasi PTM antara lain pemakaian masker, makanan membawa dari rumah, hingga pengaturan kehadiran siswa. Para siswa yang hadir ke sekolah harus bergantian sesuai nomor absen dengan sistem ganjil-genap.

“Jadi ganjil-genap misalkan nomor absennya bisa dilakukan itu. Kedua, makanan tolong bawa dari rumah. Hal-hal yang membuka masker itu diharapkan tidak terjadi,” ucap Imam.

Tidak hanya itu, vaksinasi juga merupakan bagian yang terpenting untuk siswa maupun tenaga pendidik pada saat pelaksanaan PTM. “Termasuk itu komponen dari pendidik dan pelaku pendidikan. Guru, satpam, kantin, OB (office boy), semuanya itu termasuk dalam komponen pendidikan,” ujarnya.

Rencananya, Pemkot Depok akan menyelenggarakan PTM pada 4 Oktober 2021. Simulasi PTM kali ini akan dievaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah PTM dapat terus dilaksanakan atau tidak.

“Kalau dari kesiapan sih sosialisasi sudah kita lakukan secara maksimal ya, mudah-mudahan semua siap. Tapi bagi sekolah yang melanggar, kami akan setop PTM-nya,” tegas Imam.

90 Persen Siswa SMPN 2 Depok Sudah Divaksinasi

Demi kelancaran PTM terbatas, Kepala SMPN 2 Depok memastikan 90 persen siswanya sudah divaksinasi. Menurutnya, siswa yang belum divaksinasi akan segera disuntik vaksin.

“Sudah divaksinasi, 90 persen sudah, tapi yang belum besok kami vaksinasi juga. Vaksinasi kedua di Al-Muhajirin, khusus untuk pelajar Kecamatan Pancoranmas,” kata Kepala SMPN 2 Depok Salim Bangun.

Salim memastikan PTM terbatas di SMPN 2 Depok akan menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai pengecekan suhu tubuh, cuci tangan, dan menyiapkan hand sanitizer.

“Siap semua, mulai gerbang, cek suhu, kemudian cuci tangan, nah baru masuk ke kelas. Sebelum dia duduk, ada lagi hand sanitizer kita siapkan untuk cuci tangannya, baru belajar,” ucapnya.

Dia menegaskan pihak sekolah tidak memaksakan siswa belajar di sekolah apabila tidak mendapat izin dari orang tua. “Kalaupun orang tua nggak izin, nggak apa-apa, kita nggak maksa, nggak apa-apa. Nanti anak-anaknya belajar dari rumah,” pungkasnya.

 

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *