Dapat Lampu Hijau, 190 Sekolah di Bantul Mulai Uji Coba PTM

Jawa Tengah

BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akhirnya memberi lampu hijau untuk uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) SD-SMP secara terbatas. Kendati demikian, baru 190 sekolah yang sudah menggelar uji coba PTM.
“Belum semua sekolah menggelar PTM secara terbatas di Bantul. Jadi baru 190 sekolah yang melakukan uji coba PTM, dari 190 itu 37 SMP dan sisanya SD,” kata Wakil Bupati Kabupaten Bantul Joko B. Purnomo saat ditemui di kompleks Parasamya Bantul, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, ratusan sekolah itu sudah menggelar uji coba PTM sejak pekan ini. Selanjutnya, Pemkab akan melakukan asesmen bersama tim pengawas sekolah untuk menentukan apakah sekolah layak menggelar PTM.

“Nantinya sekolah yang melakukan uji coba ini akan dievaluasi mana yang layak menggelar PTM dan mana yang tidak. Kenapa? Karena kita tidak ingin muncul klaster baru saat PTM berlangsung,” ujarnya.

Sedangkan untuk teknis uji coba PTM di Bantul, Joko menyebut diantaranya semua warga sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Selain itu, menerapkan kapasitas 50% untuk setiap kelasnya.

“Untuk uji coba ini hanya seminggu 2 kali dan setiap pertemuan berdurasi 2 jam saja,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul belum bisa memastikan kapan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang PAUD dan SD.

Pasalnya vaksinasi untuk pelajar baru menyasar usia 12 tahun ke atas, dan Gubernur DIY meminta sekolah yang menggelar PTM minimal 80% warga sekolah mendapatkan suntikan vaksin.

“Surat Edaran dari Gubernur DIY menyatakan PTM terbatas digelar untuk sekolah yang warganya minimal 80 persen tervaksin. Jadi ya otomatis tidak ada PTM untuk SD sederajat maupun PAUD,” kata Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko saat dihubungi wartawan, Minggu (26/9/2021).

Meskipun sesuai instruksi dari Kemendikbudristek tidak mensyaratkan vaksinasi pelajar sebagai syarat untuk PTM terbatas. Namun, Isdarmoko menyebut kebijakan teknis pelaksanaan sekolah tatap muka ada di tangan masing-masing daerah.

“Vaksinasi sekarang kan belum ada untuk usia 12 tahun ke bawah. Sehingga kalau aturan 80 persen warga SD tervaksin ya kita tidak tahu kapan PTM SD dan PAUD akan digelar,” ujarnya.

 

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *