Strategi Polisi Cegah Tawuran Pelajar Saat Mulai Sekolah Lagi

Masalah Dunia Pendidikan

JAKARTA – Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Jakarta dimanfaatkan segelintir pelajar untuk melakukan tawuran. Seperti yang terjadi Senin (4/10) di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sekelompok remaja tawuran dan saling menyerang lawan.
Sebagai upaya pencegahan, polisi membuat strategi. Salah satunya mencatat pelat nomor kendaraan yang dibawa para pelajar ke sekolah.

Upaya ini juga dilakukan untuk memudahkan proses identifikasi polisi ketika tawuran kembali pecah. Di sisi lain polisi juga akan menggencarkan kegiatan ‘police goes to school’ untuk memberikan penyuluhan kepada para pelajar.

Nopol Kendaraan Pelajar Dicatat
Pencegahan tawuran sejatinya adalah tugas dan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Polsek Jagakarsa menyiapkan strategi untuk mencegah tawuran tersebut, yakni dengan mencatat nopol kendaraan pelajar.

“Untuk ke depan kami akan melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah. Anak-anak yang bawa kendaraan itu nanti akan kita catat pelat nomornya,” ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijaya saat dihubungi detikcom, Rabu (6/10/2021).

Endang mengatakan tujuan pencatatan data kendaraan para pelajar itu untuk memudahkan polisi dalam proses identifikasi sehingga nantinya jika ditemukan adanya tawuran pelajar atau konvoi pelajar di jalanan, polisi bisa langsung melacaknya.

“Iya nanti kita ketahui, oh ini pelat ini, motor ini yang bawa si A, nanti kita cek,” imbuhnya.

Pelajar Diimbau Diantar-Jemput
Namun Endang mengimbau para pelajar agar tidak membawa kendaraan ke sekolah. Endang mengimbau orang tua untuk mengantar-jemput anaknya ke sekolah.

“Tentu harapan kami orang tua bisa antar-jemput anaknya ke sekolah, karena bagaimanapun anak-anak ini kan masih di bawah umur, jadi belum boleh bawa kendaraan,” katanya.

Antar-jemput sekolah, dia menilai, akan mengurangi interaksi pelajar dengan kelompoknya di jalanan. Anak-anak dalam pengawasan orang tua ketika diantar ke sekolah dan pulang ke sekolah.

Police Goes to School
Polsek Jagakarsa juga kembali mengaktifkan program ‘police goes to school’. Salah satu sekolah yang dikunjungi polisi adalah SMK PGRI 23 Jakarta di Srengseng, Jagakarsa, Jaksel.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijya memberikan penyuluhan atau imbauan kamtibmas untuk mencegah tawuran antarpelajar, tindak pidana, bahaya narkoba, tertib berlalu lintas, serta antisipasi penyebaran COVID-19. Acara itu dihadiri oleh 67 siswa yang sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

“Kedatangan kami yaitu silaturahmi. Kami pihak kepolisian merasa sayang, tanggung jawab pada adik-adik sekalian. Kami dengan tim menyempatkan diri untuk berjumpa dengan adik-adik sekalian,” kata Endang, Rabu (6/10).

Endang meminta para siswa belajar dengan serius. Dia mengimbau kepada para siswa agar langsung pulang ke rumah seusai pelajaran di sekolah, tidak nongkrong terlebih dahulu.

“Kepada adik-adik pelajar, belajar niatkan dengan yang baik dari rumah sampai ke sekolah. Sekolah jangan nongkrong di warung, hindari ajakan teman-teman yang tidak punya niat baik, seperti tawuran, narkoba, membawa senjata tajam,” tuturnya.

Untuk itu, Endang berharap tidak ada siswa yang membawa senjata tajam, memakai narkoba, dan melakukan tawuran. Jika kedapatan, kata Endang, akan dilakukan proses hukum,

“Ini Kapolsek tidak benci kepada adik-adik siswa, tapi karena sayang agar belajar dengan benar, supaya jadi orang berhasil,” terang Endang.

Acara pencegahan tawuran pun selesai pada pukul 10.00 WIB. Endang didampingi oleh Kanit Sabhara Iptu Maskur, Kasi UM Ipda Indra Jaya, Panit Binmas Ipda Sugito, Kanit Provost Ipda Heri Rustaman, Bhabinkamtibmas Aipda R Fajar, dan guru dan staf SMK PGRI 23 Jakarta.

Tawuran Saat PTMT
Diketahui, baru-baru ini terjadi tawuran di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (4/10) sore. Sekelompok pelajar melakukan aksi tawuran hingga menimbulkan kemacetan di jalan.

Aksi tawuran itu viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, rombongan pelajar bermotor berhenti di sebuah persimpangan jalan. Mereka saling serang satu sama lain.

Beberapa di antaranya terlihat membawa golok hingga kayu balok. Para pelajar yang mengenakan seragam putih abu-abu itu berlarian di jalan di tengah kepadatan lalu lintas.

Aksi tawuran ini membuat para pengendara kesal. Pengendara membunyikan klakson untuk mengusir para pelajar tersebut.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijaya menyebutkan aksi tawuran itu tidak berlangsung lama. Menurut Endang, polisi datang ke lokasi dan membubarkan massa tawuran.

“Itu mereka baru turun, itu tidak lama karena langsung kami bubarkan,” kata Endang saat dihubungi, Selasa (5/10).

 

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *